Pencarian

40,9 Persen Tenaga Kerja Asli Papua di Freeport, Bukti Pembangunan Inklusif dan Penguatan SDM Lokal

Selasa, 09 Juni 2026 • 15:16:01 WIB
40,9 Persen Tenaga Kerja Asli Papua di Freeport, Bukti Pembangunan Inklusif dan Penguatan SDM Lokal
,9 persen tenaga kerja di PT Freeport Indonesia berasal dari masyarakat asli Papua.

PAPUA TENGAH — Angka 40,9 persen itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan warga asli Papua yang kini duduk di posisi strategis di perusahaan tambang raksasa itu. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyebut capaian ini sebagai hasil investasi jangka panjang di bidang pendidikan dan pelatihan.

"Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial. Ini adalah hasil investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan," ujar Tony Wenas.

Dampak Berganda ke Ekonomi Lokal

Tak hanya soal rekrutmen, efek domino dari kebijakan ini mulai terasa di kampung-kampung sekitar. Freeport tercatat bermitra dengan lebih dari 400 pengusaha lokal yang bergerak di bidang katering, transportasi, perbengkelan, hingga pertanian. Aktivitas ini menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian warga.

Salah satu pelaku usaha, Grasella Kunong, mengaku usahanya berkembang pesat. Ia kini bisa mempekerjakan lebih banyak warga kampung dan mengirimkan pasokan secara rutin ke perusahaan.

"Sekarang kami bisa mempekerjakan lebih banyak orang kampung, dan usaha kami bisa mengirimkan pasokan secara rutin," katanya.

Fondasi Jangka Panjang: Pendidikan dan Kesehatan

Peningkatan jumlah tenaga kerja asli Papua tidak lepas dari program sosial yang berjalan beriringan. Freeport mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dari PAUD hingga sekolah menengah, penyediaan sarana belajar, serta program peningkatan kesehatan masyarakat. Banyak pekerja lokal yang kini duduk di posisi strategis merupakan lulusan program beasiswa dan pelatihan perusahaan.

"Pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama bagi masa depan Papua. Karena itu, kami menjalankan program sosial secara jangka panjang dan berkelanjutan," kata Tony Wenas.

Indikator Keberhasilan Pembangunan Inklusif

Kehadiran tenaga kerja asli Papua di sektor strategis seperti pertambangan menjadi bukti bahwa pembangunan di Papua tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, ada upaya nyata untuk memperkuat kualitas manusia sebagai pelaku utama pembangunan. Peningkatan proporsi ini juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah untuk jangka panjang.

Dengan semakin terbukanya akses terhadap kesempatan kerja, pendidikan, dan peningkatan kapasitas, masyarakat asli Papua kini memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan masa depan daerahnya sendiri.

Bagikan
Sumber: suaradewata.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks