PAPUA — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi terkoreksi ke rentang 5.850–5.911 pada perdagangan awal pekan ini setelah sepekan tertekan 3,28%, meski Jumat (2/10) sempat menguat 0,46% ke level 6.036. MNC Sekuritas menilai posisi indeks saat ini berada di bagian wave c dari wave (y), sementara Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung menguat di kisaran 6.000–6.200.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut penguatan IHSG pada Jumat (2/10) ke level 6.036 diiringi volume perdagangan yang tinggi. Kendati begitu, secara mingguan indeks masih terkoreksi 3,28% dan telah berada di bawah MA20 weekly.
"Cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850–5.911," tulis Herditya dalam risetnya, Senin (5/10).
Support dan Resistance IHSG Pekan Ini
MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 5.949–5.872, sedangkan level resistance diperkirakan pada rentang 6.187–6.297. Support merupakan area harga yang diyakini menjadi titik terendah dalam satu waktu, tempat daya beli biasanya kembali menguat. Adapun resistance adalah level harga tertinggi yang kerap diikuti aksi jual besar sehingga laju kenaikan tertahan.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat indikator Stochastic RSI telah membentuk golden cross di area oversold, sementara histogram MACD masih berada di zona negatif. IHSG juga ditutup di atas MA3.
"Diperkirakan IHSG sideways cenderung menguat pada kisaran 6.000-6.200 pekan ini," tulis Phintraco dalam analisisnya.
Rekomendasi Saham: GGRM, ISAT, BBCA, ASII, MDKA
MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan akumulasi beli di rentang Rp 16.675–Rp 16.850. Target harga dipasang di Rp 17.575–Rp 18.250, dengan level stoploss di bawah Rp 16.575.
Untuk PT Indosat Tbk (ISAT), rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada area Rp 2.110–Rp 2.180, target harga Rp 2.400–Rp 2.480, dan stoploss di bawah Rp 2.050.
Phintraco Sekuritas menyematkan sejumlah saham dalam daftar pantauannya pekan ini:
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Data NFP AS dan Harapan Suku Bunga The Fed
Sentimen dari pasar global datang setelah Wall Street ditutup menguat pada Jumat (2/10). Pemicunya adalah data nonfarm payrolls (NFP) AS yang hanya bertambah 29.000 pada September, melambat dari 133.000 pada Agustus dan jauh di bawah estimasi 90.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1%.
Meski menguat, Wall Street ditutup di bawah level tertinggi intraday setelah imbal hasil US Treasury kembali naik usai sempat melemah. Pasar kini menanti risalah rapat FOMC yang dirilis Rabu (7/10) untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter The Fed.
"Serta pernyataan dovish dari beberapa pejabat the Fed telah menimbulkan harapan the Fed akan pertahankan suku bunga pada Oktober," tulis Phintraco.
Harga Minyak dan Emas Ikut Tertekan
Phintraco juga menyoroti penurunan harga minyak setelah negara-negara G7 berencana melepas 100 juta barel cadangan minyak dalam empat bulan ke depan. Harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 4.145 per troy ounce pada 2 Oktober seiring penguatan dolar AS dan imbal hasil US Treasury.
Perhatian pasar global masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan pasar obligasi pemerintah. Dari AS, investor akan mencermati data ISM Service PMI dan data awal Michigan Consumer Sentiment.
Agenda Data Domestik Sepekan ke Depan
Dari dalam negeri, sejumlah data ekonomi akan dirilis pekan ini. Cadangan devisa dijadwalkan keluar pada 7 Oktober, indeks keyakinan konsumen pada 8 Oktober, serta data penjualan ritel dan penjualan otomotif pada 9 Oktober.
Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.