Pencarian

Inflasi September 2026 Naik ke 3,28%, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Selasa, 13 Oktober 2026 • 13:06:01 WIB
Inflasi September 2026 Naik ke 3,28%, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Pekerja memindahkan karung beras di pasar induk, Jakarta, Selasa (1/10/2026).

PAPUA — Inflasi Indonesia naik menjadi 3,28 persen secara tahunan pada September 2026, dari 3,19 persen pada Agustus. Kenaikan ini didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi 4,37 persen. Pemerintah diminta memperkuat pengendalian harga agar tidak melampaui batas atas target 3,5 persen.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengendalian harga pangan. Permintaan itu disampaikan menyusul kenaikan inflasi yang kian mendekati batas atas target pemerintah sebesar 3,5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan 4,37 persen pada September 2026. Angka itu jauh di atas inflasi umum yang berada di 3,28 persen.

Komoditas Pendorong Inflasi

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Berikut daftarnya:

  • Daging ayam ras
  • Cabai rawit
  • Beras
  • Minyak goreng
  • Daging sapi

Kenaikan harga beras dan cabai rawit menjadi perhatian serius karena kedua komoditas ini termasuk kebutuhan pokok harian masyarakat berpenghasilan rendah. Dampaknya langsung terasa pada daya beli kelompok rumah tangga bawah.

Mengapa Harga Pangan Sulit Dikendalikan

Tekanan geopolitik global, cuaca ekstrem, dan gangguan distribusi menjadi tiga faktor yang mempersulit stabilisasi harga pangan. Ketegangan perdagangan internasional mempengaruhi harga komoditas impor, sementara cuaca yang tidak menentu mengganggu produksi dalam negeri.

Gangguan distribusi memperparah situasi. Pasokan yang tersendat dari daerah produksi ke pasar konsumen membuat harga di tingkat eceran melonjak, terutama di wilayah yang bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Inflasi tidak berarti semua barang naik dengan persentase yang sama. Dampaknya juga berbeda menurut pola belanja dan kondisi rumah tangga masing-masing. Rumah tangga dengan porsi belanja pangan besar merasakan tekanan lebih berat dibanding kelompok berpenghasilan menengah ke atas.

Respons Pemerintah Pusat dan Daerah

Pemerintah pusat dan daerah diminta bergerak cepat menjaga kelancaran pasokan pangan. Langkah yang ditempuh mencakup operasi pasar, pemantauan harga harian, dan koordinasi antarwilayah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Pemantauan harga pangan dan kelancaran pasokan menjadi bagian penting dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Tanpa intervensi yang tepat, kenaikan harga pangan berpotensi menggerus konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi.

Bagi pelaku pasar, angka inflasi ini menjadi sinyal yang perlu dicermati. Kenaikan inflasi mendekati batas atas target memberi ruang terbatas bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tv.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks