Pencarian

Harga Cabai Rawit Tembus Rp114.000 per Kg, BPS Waspadai Inflasi Akhir Tahun

Selasa, 06 Oktober 2026 • 10:37:01 WIB
Harga Cabai Rawit Tembus Rp114.000 per Kg, BPS Waspadai Inflasi Akhir Tahun
Harga cabai rawit merah di tingkat eceran nasional tercatat Rp114.000 per kilogram menurut data PIHPS Nasional.

PAPUA — Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional menembus Rp114.000 per kilogram, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Badan Pusat Statistik memperingatkan lonjakan ini berpotensi mendorong inflasi tahunan pada Desember 2026 jika tidak segera dikendalikan.

PIHPS mencatat harga cabai rawit merah berada di Rp114.000 per kg, sementara cabai rawit hijau Rp84.500 per kg. Angka ini jauh di atas komoditas pangan pokok lain seperti telur ayam ras yang berada di Rp31.550 per kg.

Data tersebut dirilis berdasarkan pemantauan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional. Selain cabai, sejumlah komoditas strategis lain juga tercatat mengalami kenaikan, terutama kelompok beras dan bawang.

Rincian Harga Pangan di Tingkat Eceran Nasional

Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat sejumlah komoditas pangan lain dengan harga sebagai berikut:

  • Bawang merah: Rp43.450 per kg
  • Bawang putih: Rp43.750 per kg
  • Cabai merah besar: Rp81.000 per kg
  • Cabai merah keriting: Rp82.500 per kg
  • Cabai rawit hijau: Rp84.500 per kg
  • Telur ayam ras: Rp31.550 per kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp15.900 per kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp15.850 per kg
  • Beras kualitas medium I: Rp17.000 per kg
  • Beras kualitas medium II: Rp16.550 per kg
  • Beras kualitas super I: Rp18.150 per kg
  • Beras kualitas super II: Rp17.000 per kg

Kenaikan 10,21 Persen di Minggu Pertama Oktober

BPS mencatat harga cabai rawit naik cukup tinggi pada minggu pertama Oktober 2026, mencapai 10,21 persen. Kenaikan ini membuat selisih harga dengan batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) semakin lebar.

"Cabai rawit, naik cukup besar di minggu pertama Oktober, kenaikannya sampai 10,21 persen," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta.

Menurut Ateng, tren kenaikan harga cabai rawit berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Jika tidak dikendalikan, harga pada Desember 2026 bisa semakin jauh dibandingkan posisi Desember 2025.

"Jika cabai rawit selalu meningkat maka jika dibandingkan year-on-year-nya kondisi akhir tahun Desember ini, khawatir semakin jauh dibandingkan Desember tahun 2025 yang dampaknya akan terjadi inflasi secara tahunan," jelasnya.

Mengapa Cabai Rawit Jadi Perhatian Khusus

Cabai rawit merupakan komoditas bumbu dapur yang bobotnya cukup signifikan dalam keranjang inflasi pangan bergejolak (volatile food). Lonjakan harga yang tidak terkendali pada komoditas ini biasanya cepat merambat ke harga jual makanan jadi di pasar tradisional maupun warung makan.

Selisih harga yang melebar dari batas atas HAP menjadi sinyal bahwa pasokan di sejumlah daerah tidak mampu mengimbangi permintaan. Faktor cuaca dan pola tanam sering menjadi pemicu utama fluktuasi cabai rawit menjelang akhir tahun.

Bagi pelaku usaha kuliner dan pedagang pasar, kenaikan ini langsung menekan margin keuntungan karena harga jual di tingkat konsumen tidak selalu bisa dinaikkan secepat kenaikan bahan baku. Sementara bagi investor, pergerakan harga pangan bergejolak menjadi indikator awal tekanan inflasi yang bisa memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

BPS menegaskan pemantauan harga pangan akan terus dilakukan mengingat posisi Desember menjadi periode krusial dalam perhitungan inflasi tahunan. Pemerintah daerah dan Bulog diharapkan mempercepat operasi pasar untuk komoditas yang harganya sudah menembus batas acuan.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks