Cegah Tawuran, Disdik Papua Tekankan Pembinaan Mental dan Karakter Pelajar

Penulis: Rian Murdani  •  Selasa, 03 Februari 2026 | 11:50:04 WIB
Cegah Tawuran, Disdik Papua Tekankan Pembinaan Mental dan Karakter Pelajar

Papua, 03 Februari 2026 - Dinas Pendidikan (Disdik) Papua menekankan pentingnya pembinaan mental dan karakter pelajar sebagai langkah preventif untuk mencegah aksi tawuran di kalangan siswa, khususnya jenjang SMA dan SMK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama, menegaskan bahwa persoalan tawuran pelajar harus ditangani secara serius melalui pendekatan pembinaan, bukan dengan tindakan represif.

“Anak-anak perlu dibimbing agar mampu mengelola emosi secara dewasa. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan dengan cara yang baik, bukan kekerasan,” kata Marthen, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, para pelajar merupakan generasi penerus dan calon pemimpin masa depan Papua. Oleh karena itu, pembinaan mental dan karakter harus dilakukan sejak dini agar mereka tumbuh dengan sikap positif dan bertanggung jawab.

Marthen mengakui bahwa kewenangan Pemerintah Provinsi Papua terhadap pengelolaan SMA dan SMK memiliki keterbatasan. Meski demikian, ia menilai pembinaan moral dan mental pelajar tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga.

Ia menambahkan, upaya pembinaan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Peran orang tua di rumah dinilai sangat penting dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak sehari-hari.

“Orang tua harus aktif memantau pergaulan anak, termasuk mengetahui ke mana mereka pergi dan dari mana mereka pulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marthen menyebut bahwa tawuran pelajar kerap dipicu oleh pergaulan yang tidak sehat serta minimnya perhatian dari keluarga. Kedua faktor tersebut perlu ditangani secara kolaboratif.

Selain orang tua, peran guru juga dinilai krusial dalam membentuk karakter siswa. Guru didorong tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menyisipkan pesan-pesan moral dan nilai kehidupan dalam proses pembelajaran.

“Guru bisa memberikan nasihat atau diskusi singkat di akhir pelajaran untuk menanamkan sikap dan nilai positif,” katanya.

Dengan pembinaan mental yang berkelanjutan, Disdik Papua berharap generasi muda dapat terhindar dari perilaku menyimpang dan tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan.

“Kita harus menjaga mental anak-anak agar tidak rusak. Masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Marthen.

Reporter: Rian Murdani
Back to top