PAPUA — Kejuaraan yang digelar dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi ajang pembinaan olahraga sekaligus mempererat soliditas di lingkungan kepolisian. Kehadiran Wakapolda di tengah para atlet menambah semarak kompetisi yang berlangsung sejak pagi.
Wakapolda Turun Lapangan, Bukan Sekadar Seremonial
Brigjen Pol. I Made Astawa tak ingin hanya duduk di kursi VIP. Ia ikut merasakan atmosfer pertandingan dengan beradu raket melawan peserta. Langkah ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan antara pimpinan dan anggota.
“Olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga media yang efektif untuk membangun kekompakan, solidaritas, dan semangat kerja sama,” ujar Wakapolda Bali dalam sambutannya.
Medali dan Trofi untuk Para Juara
Setelah rangkaian pertandingan usai, Wakapolda Bali menyerahkan medali, trofi, dan penghargaan kepada para pemenang. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan selama turnamen.
Semangat juang para peserta dinilai tinggi. Namun, sportivitas, disiplin, dan fair play tetap menjadi nilai utama yang dijunjung sepanjang kejuaraan.
Target ke Depan: Polri yang Presisi
Melalui Kapolda Bali Cup 2026 cabang bulu tangkis, soliditas yang terjalin diharapkan terbawa ke tugas sehari-hari. Polda Bali ingin mewujudkan Polri yang profesional, humanis, dan Presisi dalam melayani masyarakat.
Turnamen ini menjadi salah satu dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di berbagai tempat. Selain bulu tangkis, sejumlah cabang olahraga lain juga dipertandingkan untuk memperkuat kebersamaan internal.