MANOKWARI — Polda Papua Barat menginisiasi pengembangan sektor agraris dengan menyasar generasi muda di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi petani berjalan optimal sekaligus memperkuat kemandirian pangan lokal di tanah Papua.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana menekankan bahwa keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam sektor pertanian modern merupakan kebutuhan mendesak. Inisiatif tersebut bertujuan memutus ketergantungan pada pasokan luar daerah serta memodernisasi cara bertani masyarakat agar lebih produktif.
Sektor pertanian di Papua Barat selama ini masih menghadapi kendala teknis yang kerap menghambat produktivitas tahunan. Beberapa persoalan utama meliputi minimnya stok benih berkualitas serta pola tanam yang sering tidak serempak sehingga memicu keterlambatan masa panen.
Kehadiran petani muda terdidik diharapkan mampu memberikan solusi nyata atas ketimpangan hasil produksi yang sering kali belum mencapai target. Melalui sentuhan teknologi dan manajemen pertanian yang lebih presisi, swasembada pangan di wilayah ini ditargetkan dapat terealisasi secara bertahap.
Dalam pelaksanaannya, Polda Papua Barat menggandeng Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai mitra strategis dalam transfer pengetahuan. Fokus utama program ini adalah mendistribusikan keahlian pertanian modern agar tidak hanya terpusat di wilayah Manokwari.
Mahasiswa Polbangtan nantinya diterjunkan langsung ke berbagai daerah untuk mendampingi petani lokal dalam menerapkan konsep pertanian berkelanjutan. Para mahasiswa ini akan bekerja di bawah pendampingan Dinas Pertanian sebagai instansi teknis yang mengawal pengembangan sektor agraris di lapangan.
"Pengembangan petani milenial OAP menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produksi pertanian di Papua Barat," ujar Brigjen Pol Sulastiana saat memberikan keterangan di ruang kerjanya baru-baru ini.
Pihak kepolisian berharap peningkatan jumlah petani milenial ini dapat dilakukan secara masif. Dengan keterlibatan generasi muda, Papua Barat diharapkan memiliki fondasi ekonomi yang kuat melalui optimalisasi lahan-lahan produktif di tiap kabupaten.