Pangdam XVII/Cenderawasih Dukung Program 1.061 Koperasi Merah Putih di Papua, Jadi Motor Ekonomi Kampung

Penulis: Toni Haryadi  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:28:01 WIB
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mendukung peluncuran 1.061 koperasi Merah Putih di Papua.

SENTANI — Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menghadiri langsung peluncuran ribuan koperasi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat yang menyasar penguatan ekonomi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Koperasi Bukan Sekadar Bangunan Fisik

Dalam sambutannya yang disiarkan secara daring, Presiden Prabowo menegaskan bahwa operasionalisasi 1.061 koperasi ini menjadi momentum penting bagi bangsa. “Hari ini adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia. Kita membuktikan bahwa dalam waktu singkat kita mampu membangun sistem koperasi yang nyata, lengkap dengan gudang, logistik, dan sarana pendukung lainnya,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa program ini bukan semata pembangunan fisik. Lebih dari itu, koperasi diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan kemandirian masyarakat di akar rumput.

Pangdam: TNI Siap Kawal Program Ekonomi Rakyat

Pangdam XVII/Cenderawasih menyatakan dukungan penuh TNI terhadap program tersebut. “TNI hadir untuk mendukung program pemerintah, termasuk pembangunan koperasi ini, yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia,” kata Mayjen Febriel di sela acara.

Menurutnya, kehadiran koperasi di Papua diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kampung. Selain itu, program ini juga dinilai dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Mengapa 1.061 Koperasi Diluncurkan Serentak?

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian desa. Targetnya mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembukaan lapangan kerja, serta dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Koperasi ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi. Warga diharapkan bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, layanan simpan pinjam, hingga pengelolaan potensi lokal secara lebih optimal melalui wadah ini.

Dampak bagi Warga Kampung di Papua

Dengan adanya 1.061 koperasi yang tersebar di desa dan kelurahan, masyarakat Papua diharapkan mendapatkan akses ekonomi yang lebih dekat dan mudah. Pangdam Febriel menambahkan bahwa program ini sejalan dengan upaya TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Peluncuran serentak ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius membangun sistem ekonomi dari bawah. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana konsistensi pengelolaan dan pendampingan agar koperasi benar-benar berfungsi, bukan sekadar proyek yang berhenti di atas kertas.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: kilaspapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top