PAPUA — Kepastian itu didapat setelah laga pamungkas pekan ke-34, Minggu lalu. Borneo FC memang menutup musim dengan pesta gol 7-1 ke gawang Malut United di Stadion Segiri Samarinda. Tapi, hasil itu tak berarti apa-apa karena Persib memastikan gelar lewat hasil imbang di laga terakhir mereka.
Catatan Superior yang Tak Terbantahkan
Borneo FC dan Persib sama-sama mengoleksi 79 poin. Namun, aturan head to head membuat Pesut Etam tersingkir dari perebutan trofi. Meski begitu, Nadeo menolak larut dalam kekecewaan.
“Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya,” kata Nadeo di laman I.League, Selasa (18/2).
Rekor Produktivitas dan Kemenangan Beruntun
Angka-angka musim ini memang berpihak pada Borneo FC. Mereka menjadi tim paling produktif dengan 74 gol. Tak hanya itu, catatan kemenangan terbanyak sepanjang musim juga jadi milik mereka, termasuk rekor kemenangan beruntun yang sulit ditandingi tim lain.
“Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara,” pungkas mantan pemain Bali United itu.
Kekecewaan Jadi Modal Musim Depan
Kegagalan ini tak lantas membuat Nadeo patah arang. Ia justru melihatnya sebagai pelajaran berharga. Kiper berusia 28 tahun itu berharap seluruh skuad bisa bangkit dan menciptakan sejarah baru pada kompetisi mendatang.
Bagi Borneo FC, musim ini mungkin berakhir pahit. Tapi catatan statistik yang superior setidaknya jadi bukti bahwa mereka adalah lawan sepadan bagi Persib. Kini, fokus bergeser ke musim depan: apakah Pesut Etam bisa mengubah superioritas statistik menjadi trofi nyata?