Perang Suku di Wamena Tewaskan 13 Orang, 789 Warga Mengungsi ke Lokasi Aman

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 18 Mei 2026 | 10:22:01 WIB
Pengungsi perang suku di Wamena mencapai 789 jiwa, terdiri dari anak-anak, lansia, pria, dan perempuan.

PAPUA — Kepolisian Resor Jayawijaya mencatat total 789 jiwa saat ini berada di tempat pengungsian. Dari jumlah tersebut, 298 orang adalah anak-anak dan 122 lainnya merupakan warga lanjut usia. Data berdasarkan jenis kelamin mencatat 315 pria dan 476 perempuan ikut mengungsi.

Jumlah ini merupakan data terkini yang dihimpun pascabentrokan meluas di sejumlah distrik di Jayawijaya pada Kamis (14/5) hingga Jumat (15/5).

Korban Luka Berat Masih Dirawat di RSUD Wamena

Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, mengonfirmasi dari 19 orang yang mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi berat. “Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang,” kata Efendi kepada detikcom, Minggu (17/5).

Seluruh korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan jumlah bangunan yang rusak atau dibakar selama bentrokan berlangsung.

Akar Konflik: Denda Adat Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Lalu

Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin, mengungkapkan bentrokan ini bukan peristiwa mendadak. Konflik antara Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma) dipicu oleh pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat.

Denda adat tersebut merupakan sanksi yang belum terselesaikan pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas pada 17 Mei 2024 silam. Kecelakaan itu menewaskan seorang anggota DPRD Kabupaten Lanny Jaya. “Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat,” kata Irjen Patrige dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Mediasi Buntu, Masyarakat Saling Serang dengan Senjata Tajam

Proses mediasi antara kedua kelompok sempat dilakukan untuk membahas besaran dan mekanisme pembayaran denda adat. Namun, upaya tersebut menemui kebuntuan. Situasi semakin kompleks ketika kesepakatan tak kunjung tercapai hingga berujung pada aksi saling serang.

Dalam bentrokan tersebut, kedua belah pihak menggunakan senjata tajam dan panah. Tragedi bertambah ketika jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa. Insiden itu menyebabkan puluhan warga hanyut dan dinyatakan hilang.

Berapa jumlah pasti korban jiwa dalam perang suku Wamena?

Berdasarkan data terbaru dari Kepolisian Resor Jayawijaya, korban jiwa tercatat sebanyak 13 orang. Sementara itu, 19 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat di RSUD Wamena.

Siapa yang paling terdampak dan harus mengungsi?

Sebanyak 789 warga terpaksa mengungsi. Kelompok paling rentan adalah anak-anak yang berjumlah 298 jiwa dan lansia sebanyak 122 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, pengungsi perempuan lebih banyak, yakni 476 orang, dibandingkan laki-laki yang berjumlah 315 orang.

Apa pemicu utama bentrokan antar suku di Jayawijaya?

Konflik dipicu oleh sengketa denda adat yang buntu pasca kecelakaan lalu lintas pada Mei 2024 yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya. Kegagalan mediasi antara Suku Pirime dan Suku Kurima memicu aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan panah.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top