JAYAPURA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menjadwalkan KM Gunung Dempo berlayar melintasi perairan Papua pada Juni 2026. Kapal penumpang ini akan menempuh rute dari Sorong menuju Jayapura dengan sejumlah persinggahan di kota-kota pesisir. Bagi warga yang hendak bepergian antarwilayah di Papua, kapal ini menjadi alternatif transportasi laut yang rutin diandalkan.
KM Gunung Dempo akan memulai pelayaran dari Pelabuhan Sorong menuju Jayapura. Berdasarkan jadwal yang dirilis, kapal akan berlabuh di beberapa titik strategis. Berikut rincian rutenya:
Jadwal keberangkatan dari Sorong dijadwalkan pada awal Juni 2026. Waktu tempuh antarpelabuhan bervariasi tergantung kondisi cuaca dan jarak tempuh.
Calon penumpang wajib menunjukkan tiket elektronik atau cetak saat check-in. Identitas diri berupa KTP atau kartu keluarga harus sesuai dengan nama di tiket. Pelni juga mewajibkan penumpang untuk tiba di pelabuhan maksimal dua jam sebelum keberangkatan.
Bagi penumpang yang membawa barang bawaan, kapal memberlakukan batas berat tertentu. Kelebihan bagasi akan dikenakan biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku di atas kapal.
Harga tiket KM Gunung Dempo dibedakan berdasarkan kelas dan jarak tempuh. Untuk kelas ekonomi, tarif dari Sorong ke Jayapura dibanderol mulai dari Rp 300 ribuan per orang. Sementara itu, kelas VIP dan suite memiliki harga yang lebih tinggi dengan fasilitas tambahan seperti tempat tidur dan ruang pribadi.
Penumpang dapat memesan tiket melalui aplikasi Pelni, situs resmi, atau langsung di loket pelabuhan. Pelni mengingatkan agar pembelian dilakukan jauh-jauh hari karena jumlah kursi terbatas, terutama pada musim liburan.
Perjalanan dari Sorong menuju Jayapura memakan waktu sekitar tiga hingga empat hari, tergantung pada cuaca dan lama persinggahan di setiap pelabuhan. Penumpang disarankan membawa perlengkapan pribadi yang cukup selama di atas kapal.
Penumpang kelas ekonomi mendapat tempat duduk lesehan atau bangku panjang di ruang bersama. Kapal menyediakan kantin, musala, dan toilet umum. Untuk kenyamanan, penumpuk bisa membawa tikar atau bantal perjalanan sendiri.
Pelni mengizinkan pembatalan dan perubahan jadwal tiket dengan dikenakan biaya administrasi. Ketentuan ini berlaku selama dilakukan sebelum kapal berangkat. Penumpang dapat mengurusnya di loket pelabuhan atau melalui layanan pelanggan Pelni.