JAYAPURA — Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bagi kader partai berlambang pohon beringin untuk mulai bergerak. Target utamanya sudah jelas: mempertahankan posisi Ketua DPRK Kota Jayapura yang selama ini dipegang Golkar.
“Target kami di Kota Jayapura jelas, palu Ketua DPRK tetap harus menjadi milik Partai Golkar. Itu yang akan kami perjuangkan bersama seluruh kader,” tegas Abisai dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para kader yang hadir.
Abisai tidak ingin kepengurusan barunya hanya menjadi struktur administratif belaka. Ia menekankan agenda politik yang lebih konkret: konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput. Seluruh kader diminta bergerak menjangkau masyarakat dari wilayah pesisir hingga pegunungan di tanah Port Numbay.
“Kami akan membangun konsolidasi yang kuat dari ombak putih pantai hingga ke gunung-gunung di negeri Port Numbay. Golkar harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Menurut Abisai, kepengurusan baru yang telah dilantik bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ia menyebut bahwa jajaran yang baru ini adalah mesin politik yang akan bekerja lebih maksimal. Fokus utama adalah mempertahankan posisi Golkar sebagai partai pemenang di Kota Jayapura.
Untuk mencapai target tersebut, konsolidasi menyeluruh akan segera dilakukan. Abisai mengajak seluruh kader untuk bergerak bersama dan memastikan partai hadir di tengah-tengah masyarakat.
Target mempertahankan palu DPRK secara langsung berdampak pada peta politik lokal di Kota Jayapura. Bagi kader dan simpatisan Golkar, ini adalah momentum untuk memperkuat basis dukungan. Sementara bagi partai lain, keputusan ini menjadi sinyal bahwa Golkar tidak akan mudah digeser dalam perebutan kursi pimpinan legislatif di kota tersebut.
Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan Kepala Komnas HAM Papua. Kehadiran mereka menandai dukungan lintas elemen terhadap konsolidasi politik yang dilakukan Golkar di Kota Jayapura.