Pemkab Jayapura Gandeng Tiga Klinik Gereja untuk Layani Warga OAP Secara Gratis

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:56:54 WIB
Pemkab Jayapura resmi bermitra dengan tiga klinik gereja untuk layanan kesehatan gratis bagi warga OAP.

SENTANI — Tiga klinik keagamaan di Kabupaten Jayapura kini resmi menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyediakan layanan kesehatan gratis. Klinik Gereja GIDI di Stakin Sentani, Klinik Gereja KIMI di Kampung Harapan, dan Klinik Gereja Katolik di kawasan Hawai dipilih karena lokasinya yang berada di tengah komunitas akar rumput.

Bupati Jayapura Yunus Wonda menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. "Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama yang belum memiliki BPJS Kesehatan, tetap bisa berobat tanpa biaya," ujarnya di Sentani, Selasa.

Mengapa Klinik Gereja Jadi Pilihan?

Menurut Bupati, lembaga keagamaan selama ini sudah menjadi garda terdepan pelayanan sosial di Papua. Keberadaan klinik gereja lebih dekat secara geografis dan emosional dengan warga di tingkat kampung dibandingkan puskesmas yang kerap berada di ibu kota distrik.

"Kami berharap kerja sama ini dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak gereja dan lembaga keagamaan di Kabupaten Jayapura sehingga jaringan pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga," kata Yunus Wonda.

Sasaran Utama: Warga Tanpa BPJS dan Akses Terbatas

Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura Dewi Sartika Wonda menyebut program ini menyasar kelompok yang selama ini terpinggirkan secara medis. "Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses maupun yang belum memiliki BPJS Kesehatan," katanya.

Data di lapangan menunjukkan masih banyak warga di pedalaman Jayapura yang harus menempuh perjalanan sungai atau jalan setapak selama berjam-jam hanya untuk mencapai puskesmas. Klinik gereja yang tersebar di titik-titik strategis diharapkan memangkas jarak tempuh tersebut.

Layanan Gratis Tanpa Syarat Administrasi Rumit

Pemkab Jayapura memastikan tidak ada biaya yang dibebankan kepada pasien di ketiga klinik tersebut. Pemerintah daerah akan menanggung biaya operasional dan obat-obatan melalui skema anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Warga hanya perlu datang ke klinik dengan membawa kartu identitas. Bagi yang tidak memiliki dokumen kependudukan lengkap, petugas tetap akan melayani dengan pendataan manual.

Target Perluasan ke Seluruh Distrik

Ke depan, Pemkab Jayapura berencana menggandeng lebih banyak gereja dan organisasi keagamaan lain. Bupati Yunus Wonda menyebut kerja sama tahap pertama ini akan dievaluasi dalam tiga bulan ke depan sebelum diperluas ke distrik-distrik lain yang belum terjangkau.

Langkah ini menjadi salah satu solusi konkret mengatasi kesenjangan layanan kesehatan di wilayah pegunungan dan pesisir Kabupaten Jayapura yang selama ini menjadi keluhan warga.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top