SENTANI — Ribuan pemuda di Kabupaten Jayapura didorong untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Bupati Jayapura Yunus Wonda secara khusus menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang bisa mengakselerasi kemajuan di Bumi Port Numbi.
Menurut Wonda, Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar seremoni. Nilai-nilai dasar bangsa itu harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan.
"Pancasila bukan hanya dasar negara tetapi juga pedoman berbangsa dan bernegara yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan setiap hari," kata Wonda di Sentani, Selasa.
Wonda mengingatkan bahwa semangat gotong royong, persatuan, dan toleransi harus terus dirawat. Tiga nilai itu menjadi modal sosial yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan humanis di tengah berbagai ancaman global.
"Pancasila telah menjadi salah satu ideologi bangsa yang tetap relevan dan abadi tetapi juga adalah bintang panutan yang memandu perjalanan bangsa di tengah dunia dan berbagai ancaman global," ujarnya.
Pemkab Jayapura mendorong anak muda untuk tidak hanya aktif di sektor formal. Menciptakan lapangan kerja baru melalui usaha kreatif menjadi salah satu bidang yang disebut Wonda sebagai wadah konkret kontribusi pemuda.
"Mari bersama-sama membangun daerah dan bangsa serta menyatukan seluruh anak bangsa dalam bingkai NKRI," kata Wonda menambahkan.
Ajakan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan di Tanah Papua tidak bisa lepas dari partisipasi aktif generasi mudanya. Dengan semangat Pancasila, pemuda Jayapura diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dari kampung halaman mereka sendiri.