Hari Lingkungan Hidup, DLH Papua Barat Daya Tanam 400 Pohon dan Edukasi Pelajar

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 16:56:31 WIB
DLH Papua Barat Daya menanam 400 bibit pohon di Kota Sorong memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

SORONG — Sebanyak 400 bibit pohon ditanam secara serentak oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Papua Barat Daya di beberapa ruas jalan dan area publik Kota Sorong. Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.

Kepala DLH Papua Barat Daya, melalui keterangan resmi yang diterima RRI, menyebutkan bahwa pemilihan lokasi tanam didasarkan pada data daerah kritis dan minim vegetasi. "Kami prioritaskan area yang gersang dan tepian jalan protokol agar dampaknya langsung terasa bagi warga," ujarnya.

Edukasi Lingkungan untuk Pelajar

Selain penanaman pohon, DLH juga menggelar sesi edukasi di tiga sekolah menengah di Kota Sorong. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan sampah rumah tangga dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Para pelajar diajak praktik memilah sampah organik dan anorganik. "Ini penting agar kebiasaan baik dimulai sejak dini, bukan hanya teori di kelas," tambah Kepala DLH. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 siswa dari berbagai sekolah.

400 Bibit dari Berbagai Jenis

Jenis pohon yang ditanam antara lain ketapang kencana, trembesi, dan pucuk merah. Pemilihan jenis ini disesuaikan dengan karakteristik tanah dan iklim pesisir Papua Barat Daya yang cenderung berangin kencang.

DLH menargetkan tambahan 1.000 pohon lagi hingga akhir tahun anggaran. Program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat Daya untuk sektor lingkungan hidup.

Apa Dampak bagi Warga Sorong?

Penambahan 400 pohon diharapkan mampu menyerap emisi karbon dan menurunkan suhu permukaan di titik-titik rawan panas. Dalam jangka panjang, vegetasi yang rapat juga berfungsi sebagai penahan angin dan mencegah abrasi di kawasan pesisir Kota Sorong.

Kegiatan ini mendapat sambutan dari warga sekitar lokasi penanaman. Mereka berharap perawatan rutin dilakukan agar pohon tidak mati sebelum tumbuh besar.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top