Tim Jibom Polda Papua Amankan Dua Mortir Peninggalan PD II dari Lahan Warga di Doyo, Jayapura

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:47:31 WIB
Tim Jibom Polda Papua mengamankan dua mortir peninggalan Perang Dunia II di Doyo, Jayapura.

JAYAPURA — Dua mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan warga saat menggarap lahan di Dister Parako 3 Pasgat, tepat di samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Temuan itu langsung dilaporkan ke aparat kepolisian pada Rabu (3/6) malam.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito memastikan amunisi yang ditemukan merupakan jenis mortir peninggalan perang dunia kedua. "Amunisi yang ditemukan jenis mortir merupakan peninggalan perang dunia kedua," kata Cahyo di Jayapura, Kamis.

Langkah Pengamanan di Lokasi Penemuan

Begitu mendapat laporan, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan awal. Akses di sekitar lokasi temuan ditutup untuk mencegah warga mendekat. Warga juga diimbau menjauhi area tersebut guna menghindari potensi bahaya ledakan.

Bukan Temuan Pertama, Sehari Sebelumnya Ada UXO Aktif

Sehari sebelumnya, pada Selasa (2/6), warga menemukan bahan peledak jenis UXO (Unexploded Ordnance) di Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura. Benda itu merupakan peninggalan PD II jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft) yang diduga masih aktif dan memiliki potensi bahaya ledakan tinggi.

Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan objek tersebut tidak direkomendasikan untuk dipindahkan karena berisiko tinggi. Tim Jibom kemudian mengambil langkah disposal di lokasi (on site disposal) sesuai prosedur standar operasional penanganan bahan peledak.

Proses Disposal Dua Tahap Berjalan Aman

"Proses disposal dilaksanakan dalam dua tahap dan berjalan dengan aman serta terkendali, tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar," kata Kombes Cahyo Sukarnito.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke aparat terdekat jika kembali menemukan benda mencurigakan yang diduga sisa bahan peledak. Penanganan oleh tim profesional menjadi langkah paling aman untuk menghindari risiko fatal.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top