Bupati Teluk Bintuni Paparkan Capaian 23 Tahun: Rp 38 Miliar untuk Pendidikan, Kemiskinan Ekstrem Turun 5,86 Poin

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:21:01 WIB
Bupati Teluk Bintuni memaparkan alokasi Rp 38 miliar untuk Bantuan Operasional Pendidikan tahun 2026.

TELUK BINTUNI — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 38 miliar untuk Bantuan Operasional Pendidikan di tahun 2026. Bantuan tersebut mencakup jenjang PAUD hingga SMA, termasuk pendidikan kesetaraan, yang melayani 21.838 peserta didik di 279 satuan pendidikan.

“Investasi terbaik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi adalah investasi pada pendidikan bagi generasi muda,” ujar Bupati Yohanis Manibuy atau akrab disapa Anisto dalam sambutannya di Gelanggang Argosigemerai, Distrik Bintuni Timur, Selasa (9/6/2026).

Fasilitas Pendidikan dan Tenaga Pengajar

Pemkab Teluk Bintuni saat ini didukung lebih dari 1.800 tenaga pendidik dan kependidikan. Fasilitas penunjang meliputi 96 perpustakaan, 90 laboratorium, 340 rumah guru, serta 1.200 ruang kelas yang tersebar di 24 distrik.

Selain bantuan operasional, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sosial pendidikan dan Program Indonesia Emas. Program ini menyasar mahasiswa asal Teluk Bintuni yang menempuh pendidikan di berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.

Layanan Kesehatan di 152 Posyandu dan RSUD

Di sektor kesehatan, Pemkab Teluk Bintuni mengoperasikan 152 Posyandu dan 56 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di seluruh distrik. Layanan di tingkat puskesmas didukung 42 dokter umum dan 5 dokter gigi.

Sementara itu, RSUD Teluk Bintuni diperkuat 14 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 6 dokter spesialis. Pemerintah juga membangun serta merehabilitasi lebih dari 40 rumah dinas tenaga kesehatan, dan menyediakan 11 sarana air bersih. Lebih dari 70 proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan telah dilaksanakan di berbagai distrik.

Kemiskinan Ekstrem Turun Drastis, Ekonomi Tumbuh

Anisto memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan ekstrem turun 5,86 poin menjadi 12,21 persen dari sebelumnya 18,07 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat 1,87 persen dibanding dua tahun sebelumnya, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik 0,53 poin.

Menurut Bupati, capaian ini menunjukkan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan.

Dukungan untuk Sensus Ekonomi 2026

Dalam kesempatan itu, Anisto mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Ia meminta warga memberikan data yang benar dan jujur sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Bupati juga menyinggung posisi strategis Teluk Bintuni sebagai penopang ketahanan energi nasional melalui kawasan LNG Tangguh. Pemkab berupaya mengoptimalkan kerja sama strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

Sinergi Keamanan dan Stabilitas Daerah

Di bidang keamanan dan penegakan hukum, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, lembaga adat, dan masyarakat terus diperkuat. Anisto menegaskan stabilitas daerah merupakan fondasi utama pembangunan.

“Satu ikat sapu lidi tidak akan mudah patah dibandingkan sebatang lidi. Begitupun kita, dengan sinergi dan kolaborasi, Teluk Bintuni akan kokoh berdiri dan makin berani menatap masa depan,” ucapnya menutup amanat.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: linkpapua.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top