JAYAPURA — Pelantikan pengurus DPD dan Rakorwil Partai Gema Bangsa di Jayapura menjadi ajang deklarasi gagasan kemandirian daerah. Ahmad Rofid menyebut bahwa partainya hadir dengan semangat berbeda dari partai lain, terutama dalam relasi pusat-daerah.
Desentralisasi Politik: Daerah Tak Lagi Tergantung Jakarta
Ahmad Rofid menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa mengusung konsep desentralisasi politik. “Tidak boleh lagi ada praktik penunjukan pemimpin dari Jakarta. Setiap daerah berhak menentukan pemimpinnya sendiri. Ini adalah bentuk kemerdekaan politik yang kami perjuangkan,” ujarnya.
Menurut dia, kesetaraan antara pusat dan daerah menjadi nilai utama. “Jakarta, provinsi, hingga kabupaten memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang harus dibesar-besarkan,” katanya. Ia juga mencontohkan sapaan “kawan-kawan” yang digunakan partai sebagai simbol tanpa sekat hierarki.
Kekayaan Papua vs Kemiskinan: Kritik Tajam Ahmad Rofid
Dalam pidatonya, Ahmad Rofid menyoroti ironi di Papua. “Bagaimana mungkin di tanah yang kaya ini masih ada masyarakat yang tidak bersekolah, tidak bisa makan, dan hidup dalam kemiskinan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.
Ia membandingkan Indonesia dengan Malaysia dan China yang dinilai lebih maju. “Kita sudah merdeka puluhan tahun, tapi masih berjalan di tempat. Jangan terus berharap orang lain yang memikirkan Papua,” tegasnya. Menurut dia, masa depan Papua harus ditentukan oleh orang Papua sendiri dengan bersatu membangun daerah.
Pendidikan Jadi Prioritas Utama Perjuangan Partai
Ahmad Rofid menekankan bahwa sektor pendidikan adalah kunci peradaban. “Tanpa pendidikan yang serius, jangan berharap ada perubahan signifikan di daerah ini,” katanya. Ia mencontohkan negara maju yang berkembang pesat karena menjadikan pendidikan sebagai prioritas.
Ia juga mengingatkan para pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan tanggung jawab. “Kita berpolitik bukan hanya untuk jabatan, tetapi untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Target 40 Dapil dan Verifikasi Partai Akhir 2026
Secara nasional, Partai Gema Bangsa telah menyelesaikan seluruh persyaratan verifikasi partai politik. “Pada akhir 2026 partai ini sudah siap didaftarkan,” ungkap Ahmad Rofid. Partai telah membentuk Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) yang diketuai oleh Yani Maryam, mantan anggota DPR RI.
“Kami akan berkonsentrasi di 40 dapil, dan target kami dapil-dapil tersebut dapat menghasilkan perwakilan di parlemen,” katanya. Ahmad Rofid menegaskan bahwa kekuatan utama partai terletak pada kader di daerah. Ia mendorong seluruh pengurus untuk berperan aktif membangun organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat.