Pemprov Papua Manfaatkan Program MBG untuk Serap Produk Lokal, Ikan Jadi Andalan Protein di Menu Sekolah

Penulis: Toni Haryadi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 02:49:01 WIB
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah Jayapura.

JAYAPURA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dirancang untuk memberikan manfaat ganda: meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menekankan bahwa setiap anggaran yang dibelanjakan untuk program ini harus kembali ke masyarakat melalui pembelian produk lokal.

Ikan Jadi Sumber Protein Utama di Menu MBG

Salah satu potensi besar yang terus didorong adalah pemanfaatan hasil perikanan. Papua dikenal memiliki sumber daya kelautan melimpah dengan tingkat konsumsi ikan masyarakat yang relatif tinggi di atas rata-rata nasional.

Gubernur Fakhiri menilai, penggunaan ikan sebagai sumber protein dalam menu MBG adalah langkah strategis. Dari sisi kesehatan, ikan mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Dari sisi ekonomi, peningkatan permintaan ikan membuka peluang pasar lebih luas bagi nelayan lokal.

"Pembiasaan konsumsi ikan sejak usia dini adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Papua," ujar Fakhiri dalam pernyataan yang dikutip dari rilis resmi.

DPR RI Dorong Prioritas Bahan Pangan Lokal

Dukungan terhadap kebijakan ini datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Yapen, ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi memprioritaskan bahan pangan lokal.

Menurut Mandenas, program MBG harus memberikan dampak ganda: meningkatkan gizi siswa sekaligus kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku usaha daerah. Pandangan ini menunjukkan bahwa MBG dipandang sebagai instrumen pembangunan yang menghubungkan agenda peningkatan kualitas manusia dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Manfaat Nyata di Sekolah-sekolah Jayapura

Hasil pemantauan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni, menunjukkan bahwa MBG telah memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di sejumlah sekolah di Kota Jayapura. Anak-anak terbantu mendapatkan asupan makanan bergizi yang mendukung aktivitas belajar mereka setiap hari.

Penilaian positif dari kalangan pendidikan memperkuat keyakinan bahwa program ini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Papua.

Membangun Fondasi Ekonomi Kerakyatan

Kebijakan Pemprov Papua ini menjadi penting karena selama ini banyak komoditas pangan yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri oleh masyarakat setempat. Dengan menjadikan MBG sebagai pasar yang menyerap hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan lokal, pemerintah membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat.

"Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari tersedianya makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat," tegas Gubernur Fakhiri. Pandangan ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang komprehensif, di mana program sosial sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi hingga tingkat keluarga dan kampung.

Reporter: Toni Haryadi
Back to top