Pemprov Papua Luncurkan Kartu Pace Mace, Buka Seleksi 1.000 Beasiswa Mahasiswa via Portal Digital

Penulis: Toni Haryadi  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:47:02 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama, menjelaskan mekanisme seleksi beasiswa melalui portal digital.

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua memastikan tidak ada lagi jalur titipan keluarga atau titip di dinas dalam program beasiswa terbarunya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menegaskan seluruh calon penerima Kartu Pace Mace harus mengikuti seleksi melalui portal yang telah disiapkan pemerintah.

Seleksi 1.000 Mahasiswa Lewat Portal, Bebas Titipan

"Kita akan menggunakan portal. Jadi tidak ada lagi titip keluarga atau titip di dinas. Semua harus ikut seleksi melalui portal yang sudah kami siapkan," ujar Medlama di Kota Jayapura, Jumat (12/6/2026).

Program ini mencakup dua kategori utama: Pelajar Cerdas (Pace) dan Mahasiswa Cerdas (Mace). Khusus untuk Mahasiswa Cerdas, pemerintah menargetkan 1.000 mahasiswa penerima beasiswa pada tahun ini. Anggaran bersumber dari dana Otonomi Khusus yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia di Bumi Cenderawasih.

BNI Sediakan Kartu Tiga Fungsi: Identitas, ATM, dan Tap Cash

Regional CEO BNI Wilayah Papua dan Maluku, Himawan Susanto Nugraha, menjelaskan Kartu Pace Mace tidak sekadar kartu identitas. Dalam satu kartu, pelajar dan mahasiswa bisa menggunakannya sebagai kartu identitas resmi, kartu debit ATM, dan kartu tap cash untuk transaksi non-tunai.

"Cukup dengan satu kartu yang memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai kartu identitas pelajar atau mahasiswa, kartu debit ATM, dan kartu tap cash," kata Himawan. Integrasi fungsi ini diharapkan memudahkan penerima beasiswa dalam mengelola dana pendidikan mereka secara mandiri dan transparan.

Anggaran Rp1 Miliar untuk 110 Mahasiswa Tingkat Akhir dan Program Koas

Medlama menyebutkan, sebelum meluncurkan Kartu Pace Mace, Pemprov Papua telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar pada 2026 untuk membantu 110 mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu. Bantuan ini mencakup mahasiswa tingkat akhir dan program koas dokter.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi 40 mahasiswa koas, 20 calon dokter spesialis, serta beasiswa bagi dosen Papua yang menempuh program doktoral (S3). Beasiswa juga diberikan kepada pelajar berprestasi dan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Papua

Menurut Medlama, pendidikan merupakan fondasi pembangunan itu sendiri. Pemerintah Papua berkomitmen menghadirkan program nyata untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Melalui Kartu Pace Mace, Pemprov Papua berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa memperoleh dukungan untuk menciptakan sumber daya manusia Papua yang unggul dan berdaya saing.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top