Purbaya Sebut Damai AS-Iran Bisa Kurangi Beban Subsidi APBN, Dolar Kembali Tertekan

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 11:17:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai damai AS-Iran dapat mengurangi beban subsidi energi dalam APBN.

PAPUA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran akan berdampak langsung pada pengelolaan fiskal Indonesia. Menurutnya, salah satu efek yang paling terasa adalah berkurangnya tekanan pada subsidi energi dalam APBN.

"Meredanya konflik AS-Iran ini jelas positif buat APBN kita. Harga minyak dunia cenderung turun, otomatis beban subsidi BBM dan LPG bisa berkurang," ujar Purbaya dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, 16 Juni 2026.

Proyeksi Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya ke Subsidi

Pernyataan Menkeu ini muncul di tengah tren pelemahan dolar AS yang terjadi setelah Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan damai sementara. Dalam perdagangan Senin waktu setempat, indeks dolar terpantau tertekan. Pelemahan greenback ini biasanya berbanding terbalik dengan harga komoditas, termasuk minyak mentah yang menjadi acuan harga BBM di dalam negeri.

Jika harga minyak dunia benar-benar turun signifikan, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih longgar. Alokasi subsidi energi yang semula membebani APBN bisa dialihkan untuk program prioritas lain. Namun, Purbaya belum merinci besaran potensi penghematan yang diperkirakan dari skenario ini.

Dolar Melemah, Rupiah Berpotensi Menguat

Di pasar keuangan, dolar AS kembali kehilangan momentumnya. Para pelaku pasar merespons positif prospek perdamaian di Timur Tengah yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian global. Sentimen risk-on pun kembali mengemuka, mendorong aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Pelemahan dolar ini menjadi kabar baik bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Sepanjang tahun ini, tekanan terhadap rupiah cukup besar akibat konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi di AS. Kini, dengan meredanya tensi, Bank Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas tanpa harus menguras cadangan devisa secara agresif.

Daftar Berita Ekonomi Terpopuler Lainnya

Selain isu dolar dan subsidi, pemberitaan lain yang menyita perhatian pembaca kanal Ekonomi Metrotvnews.com adalah daftar 21 negara pengguna euro pada 2026. Euro tercatat sebagai mata uang yang paling banyak digunakan kedua di dunia setelah dolar AS, dengan lebih dari 350 juta pengguna.

Tak ketinggalan, promo besar-besaran Indomaret bertajuk "Liburan Semakin Seru" yang berlangsung hingga 24 Juni 2026 juga masuk dalam daftar berita paling populer. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan harga antara BBM nonsubsidi Pertamax dan subsidi Pertalite yang kerap muncul di struk pembelian pelanggan.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top