Bupati Manokwari Hermus Indou Kritik Keras ASN yang Malas dan Suka Pasang Baliho Pesparawi Tanpa Kerja Nyata

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 13:56:01 WIB
Bupati Hermus Indou memimpin apel gabungan ASN di RTP Borarsi, Manokwari.

MANOKWARI — Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP., M.H., memperingatkan para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengubah kebiasaan buruk dalam mengelola pegawai. Teguran ini disampaikan saat memimpin apel gabungan di RTP Borarsi, Rabu (17/6/2026), di tengah persiapan menyambut Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026.

Tingkat Kehadiran ASN Rendah, Bupati Minta SKP Jadi Acuan

Hermus menyoroti rendahnya tingkat kehadiran ASN pada apel dan kerja bakti yang digelar sebagai bagian dari persiapan acara nasional tersebut. Ia meminta setiap pimpinan OPD aktif menggerakkan bawahannya dan melakukan evaluasi kinerja secara berkala.

"Saya tanya ke pimpinan OPD, ini menggerakkan anggota tidak? Saya minta tinggalkan kebiasaan buruk. Ada yang bekerja keras, tetapi ada juga yang hanya menikmati hasil. Pegawai negeri tidak bisa main-main lagi. SKP harus dibuat dan menjadi dasar penilaian kinerja," tegas Hermus.

Menurutnya, ASN dituntut memiliki tanggung jawab, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak lagi memberi ruang bagi pegawai yang hanya berorientasi pada gaji dan tunjangan tanpa menunjukkan kinerja nyata.

"Jangan Hanya Mau Jadi Pegawai, Tapi Kerjanya Hilang"

Kritik keras juga dialamatkan pada pegawai yang dinilai hanya mengejar tunjangan tanpa kontribusi sepadan. Hermus menegaskan bahwa sikap tersebut tidak bertanggung jawab.

"Jangan hanya mau jadi pegawai, menuntut tunjangan sana-sini. Setelah diberikan, justru kerjanya hilang. Hanya mengejar uang setiap bulan. Itu adalah sikap yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi membutuhkan dukungan seluruh ASN melalui kerja nyata di lapangan.

Baliho Ucapan Selamat Dikritik, Bupati: Buktikan dengan Tanggung Jawab

Dalam kesempatan itu, Hermus juga mengkritisi maraknya pemasangan baliho ucapan selamat yang dinilai tidak memiliki makna apabila tidak diiringi kontribusi nyata. Ia meminta para pejabat yang memasang baliho untuk membuktikan ucapan tersebut dengan aksi.

"Boleh saja memasang baliho, itu bagus. Tetapi ucapan selamat harus dibuktikan dengan tanggung jawab. Kalau punya jabatan dan kapasitas, gerakkan anggota untuk bekerja. Jangan hanya pasang baliho, sementara anggotanya tidak diajak bekerja," katanya.

Bupati turut memerintahkan penertiban baliho yang dipasang tidak pada tempatnya, khususnya di pagar Lapangan Borarsi. Ia meminta seluruh baliho dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif tanpa merusak material yang telah dipasang.

Investasi untuk Masa Depan Manokwari

Menutup arahannya, Hermus mengajak seluruh ASN menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Manokwari dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi menyukseskan Pesparawi Nasional XIV.

"Mari kita bekerja dengan hati, dengan penuh kecintaan kepada kota ini. Apa yang kita kerjakan hari ini adalah investasi untuk masa depan Manokwari dan generasi yang akan datang," ajak Hermus. (jp/alb).

Reporter: Reza Maulana
Sumber: jagatpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top