Enam Kereta Api Dihentikan Sementara saat Gempa M 5,2 Guncang Pangandaran, Ratusan Penumpang Terlambat

Penulis: Vicky Prasetya  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:14:31 WIB
Petugas KAI memeriksa jalur rel di Pangandaran setelah gempa M 5,2 menghentikan enam perjalanan kereta api.

PAPUA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung menghentikan sementara enam perjalanan kereta api setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Penghentian dilakukan sebagai prosedur wajib keselamatan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada jalur rel, jembatan, dan infrastruktur perkeretaapian sebelum kereta kembali dioperasikan.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan protokol standar yang diterapkan perusahaan setiap kali terjadi guncangan gempa dengan magnitudo di atas 5,0.

Prosedur Wajib yang Menjadi Standar Keselamatan Perkeretaapian

Penghentian enam kereta tersebut bukan tanpa alasan. KAI memiliki aturan internal yang mengharuskan seluruh perjalanan dihentikan sementara ketika gempa dirasakan atau tercatat oleh sensor. Petugas kemudian wajib melakukan inspeksi menyeluruh ke titik-titik rawan seperti terowongan, jembatan, dan tikungan tajam.

Proses pemeriksaan ini memakan waktu hingga puluhan menit tergantung jarak dan aksesibilitas lokasi. Dalam kasus gempa Pangandaran kali ini, enam kereta yang terdampak berada di lintas yang berdekatan dengan episentrum, sehingga seluruhnya dihentikan di stasiun terdekat masing-masing.

Dampak ke Perjalanan Penumpang dan Upaya Normalisasi

Ratusan penumpang yang berada di dalam enam kereta tersebut mengalami keterlambatan kedatangan. KAI menyatakan akan melakukan penyesuaian jadwal bagi perjalanan selanjutnya agar dampaknya tidak meluas ke lintas lain.

Petugas lapangan langsung dikerahkan untuk memeriksa kondisi geometri jalur, kelistrikan aliran atas, serta potensi longsor di sepanjang jalur yang dilalui. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi pusat kendali operasi untuk memutuskan kapan kereta boleh kembali berjalan normal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada sarana dan prasarana kereta api akibat guncangan gempa tersebut.

Antisipasi Gempa Susulan dan Imbauan Kepada Masyarakat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman dangkal. Pihak berwenang mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Pangandaran agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

KAI memastikan keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Perusahaan juga mengingatkan para pengguna jasa untuk memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi KAI terkait perubahan jadwal perjalanan akibat insiden alam ini.

Normalisasi perjalanan dilakukan secara bertahap setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan selesai dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top