Momen langka terjadi di QuakeCon tahun ini. Trent Reznor, yang musik industrialnya menjadi ciri khas game Quake rilisan 1996, muncul secara virtual untuk berbicara di panel yang sama dengan John Romero dan Marty Stratton, co-director id Software saat ini. Kehadirannya bukan sekadar nostalgia—di panel itu, ia mengaku masih sangat bangga dengan karyanya untuk Quake, bahkan hingga kini.
"Dari semua hal yang pernah saya kerjakan dalam karier, saya sangat bangga dengan itu, dan saya pikir game ini masih bertahan hingga hari ini," ujar Reznor, yang juga dikenal sebagai pendiri Nine Inch Nails.
Reznor bukanlah gamer biasa. Ia bercerita bahwa ketertarikannya pada game first-person shooter dimulai dari Wolfenstein. "Saat pertama kali mengenal Wolfenstein, rasanya mustahil. Tidak ada yang seperti itu. Itu adalah lompatan radikal dari apa yang saya tahu tentang video game," katanya. Ia bahkan rela membeli PC hanya untuk memainkan game tersebut.
Namun, momen yang benar-benar mengubah segalanya adalah kehadiran Doom. "Beberapa tahun kemudian, Doom rilis, dan itu seperti bom meledak. Tidak hanya teknologinya yang maju, tapi tidak ada yang seperti itu. Rasanya tidak ada orang dewasa yang terlibat, tidak ada yang bilang tidak, semuanya bebas, dan itu luar biasa," kenangnya.
Baginya, Doom bukan sekadar game. "Dalam beberapa hal, saya merasa ada paralel dengan apa yang saya coba lakukan dengan musik, dengan mengubah bentuk sesuatu dan mencoba mengekspresikan diri. Saya benar-benar merasa terhubung dengan itu."
Koneksi itu pula yang ia bawa ke Quake. Berbeda dengan Doom yang menggunakan MIDI thrash metal, Reznor menghadirkan suasana industrial yang lebih kotor, gelap, dan mencekam. Efeknya nyata—beberapa pemain bahkan harus mematikan musik karena merasa terlalu tegang saat bermain. Kini, untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-30, id Software dan Nine Inch Nails merilis koleksi merchandise bertema Quake.
Koleksi tersebut meliputi kaos, hoodie, gantungan kunci, hingga kotak amunisi replika yang dijual seharga USD 30 (sekitar Rp 480 ribu). Soundtrack asli Quake juga kembali dirilis dalam format vinyl. Semua barang tersebut dibanderol dengan harga yang tidak murah, tetapi bagi penggemar setia, godaan untuk membelinya tampaknya sulit dihindari.
Pengumuman merchandise ini hadir bersamaan dengan rilis episode baru Quake yang terdiri dari 19 level, diumumkan langsung saat panel berlangsung. Perayaan tahun ini menjadi pengingat bahwa Quake, dengan segala kegelapan dan kebisingannya, tetap menjadi artefak budaya yang kuat dari tahun 1996—sebuah era di mana game dan musik industrial saling menemukan ritmenya.