Pencarian

ESDM Kaji Batu Bara Kalori Rendah Jadi BBM, Tindak Lanjut Arahan Prabowo

Senin, 21 September 2026 • 15:35:31 WIB
ESDM Kaji Batu Bara Kalori Rendah Jadi BBM, Tindak Lanjut Arahan Prabowo
Kementerian ESDM mengkaji pemanfaatan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku BBM.

PAPUAKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji pemanfaatan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku alternatif penghasil bahan bakar minyak (BBM). Kajian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

Jakarta — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan teknologi pengolahan batu bara saat ini sudah berkembang pesat. Batu bara berkalori rendah, yang selama ini dianggap kurang ekonomis, kini dapat diolah menjadi gas maupun minyak.

"Yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Potensi Batu Bara Kalori Rendah Indonesia

Indonesia menyimpan cadangan batu bara berkalori rendah dalam jumlah besar. Selama ini, jenis batu bara tersebut kerap kurang dimanfaatkan karena nilai kalornya di bawah standar ekspor dan pembangkit listrik konvensional.

Bahlil menegaskan teknologi pengolahan batu bara low calorie sudah diterapkan di sejumlah negara. Ia mencontohkan China yang telah memanfaatkan batu bara berkalori rendah untuk menghasilkan gas.

"Sekarang teknologinya itu sudah canggih di mana batu bara yang low kalori itu bisa menghasilkan gas maupun minyak. Nah, tapi ini kan kita akan menindaklanjuti terus apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Dorongan Ketahanan Energi di Tengah Geopolitik Global

Langkah ESDM ini tidak lepas dari situasi geopolitik dunia yang bergejolak. Ketegangan di sejumlah kawasan penghasil minyak membuat harga dan pasokan energi global rentan terganggu. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor BBM dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di dalam negeri.

Batu bara masih menjadi tulang punggung energi Indonesia. Namun, pemanfaatannya selama ini didominasi untuk pembangkit listrik dan ekspor, bukan sebagai bahan baku BBM. Jika teknologi pengolahan batu bara menjadi minyak bisa diterapkan secara komersial, Indonesia berpotensi menekan impor BBM yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Minat Kerja Sama dari Perusahaan

Sejumlah perusahaan telah menyampaikan minat untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mengembangkan teknologi pengolahan batu bara tersebut. Bahlil tidak merinci nama perusahaan maupun nilai investasi yang ditawarkan.

Kementerian ESDM akan terus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo. Kajian ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mencari sumber energi alternatif yang lebih terjangkau dan tersedia melimpah di dalam negeri.

Bagi industri dalam negeri, pemanfaatan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku BBM bisa membuka peluang baru. Selain mengurangi ketergantungan impor, langkah ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja di sektor pengolahan dan teknologi energi.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks