Anggota DPRK Teluk Wondama Gelar Reses di Pasar Sentral Iriati, Belanja Bareng Mama-mama Papua untuk Dongkrak Daya Beli

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01:31 WIB
Anggota DPRK Teluk Wondama dari dapil III berbelanja kebutuhan pokok di lapak pedagang Pasar Sentral Iriati sebagai respons atas keluhan sepinya pembeli.

WASIOR — Rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama dari daerah pemilihan (dapil) III mengubah pola reses kali ini. Usai mendengarkan aspirasi warga di Kantor Kampung Iriati, mereka langsung bergerak menuju Pasar Sentral Iriati untuk berbelanja kebutuhan pokok di lapak para pedagang setempat, Senin (10/8).

Langkah ini diambil setelah warga mengeluhkan kondisi pasar yang nyaris lumpuh akibat minimnya pembeli. Barang dagangan seperti sayur, ubi-ubian, ikan, dan hasil kebun lainnya kerap terpaksa dibuang karena tidak laku terjual.

Respon Langsung atas Keluhan Pedagang yang Sepi Pembeli

Soleman JP Karubuy yang memimpin tim reses dapil III menjelaskan, kegiatan belanja bersama ini bukan sekadar seremonial. Ia mengaku ingin memastikan keluhan yang selama ini masuk ke DPRK benar-benar terjadi di lapangan.

"Jadi ini adalah bentuk respon kami DPRK Teluk Wondama terutama dari dapil III terkait pasar yang sepi sehingga Mama-mama Papua yang berjualan di sini tidak mendapatkan pemasukan," kata Karubuy.

Menurutnya, penurunan omzet pedagang tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat yang terdampak kondisi perekonomian nasional. Karena itu, kehadiran para wakil rakyat di pasar diharapkan bisa sedikit meringankan beban para penjual.

"Memang ini dipengaruhi daya beli yang menurun akibat kondisi perekonomian secara nasional. Sehingga kami tadi bersepakat untuk lakukan reses sekaligus datang berbelanja di sini, walaupun sedikit tapi bisa ada yang didapat oleh mama-mama penjual di sini," lanjut anggota DPRK Wondama dari PAN ini.

Mama-mama Papua Berharap Kunjungan DPRK Lebih Sering

Harun Salu, anggota DPRK Wondama dari Partai Nasdem, menambahkan bahwa reses kali ini menjadi sarana untuk memetakan persoalan pasar secara langsung. Data dari lapangan nantinya akan didorong menjadi rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah.

"Memang sudah sering kami menerima laporan soal pasar yang sepi (pembeli). Jadi dalam reses II ini kami ingin melihat langsung kondisi di Pasar Iriati sekaligus kami berbelanja supaya Mama-mama Papua yang berjualan ini ada dapat pemasukan, walaupun tidak banyak," ujar Harun.

Seorang Mama Papua yang berjualan pinang dan sagu menyambut baik kedatangan para legislator. Namun ia mengingatkan agar aksi serupa tidak berhenti hanya pada satu kali kunjungan.

"Kami senang kalau (anggota) DPR datang belanja di pasar. Tetapi yang kami harap, jangan satu kali saja. Harus sering-sering datang lihat masyarakat di pasar ini. Karena pasar ini sepi terus jadi dorang harus sering datang di sini, perhatikan, karena masyarakat yang pilih mereka," ujarnya.

Pasar Iriati Dibangun dengan Dana Besar namun Sepi Pengunjung

Keluhan warga disampaikan langsung oleh Eliakim Marani saat penjaringan aspirasi di Kantor Kampung Iriati. Ia menyayangkan kondisi pasar yang dibangun dengan anggaran besar namun tidak berfungsi optimal.

"Pasar Iriati itu dibangun dengan dana besar tapi kondisinya seperti sekarang ini (sepi pembeli). Orang tidak masuk ke dalam (berbelanja) jadi mama-mama Papua yang bajual tidak dapat uang. Sayur itu tinggal sampai layu dan dorang buang. Kami minta pasar itu harus diperhatikan," tegas Eliakim.

Selain Soleman JP Karubuy dan Harun Salu, reses dapil III ini turut dihadiri sejumlah anggota DPRK lainnya, yakni Amos Waropen (Kelompok Khusus), Yuliana Manupapami (Golkar), Sara Silambi (Gerindra), Mahadin (PKS), Matius Patongloan (Gerindra), Andjas Nasrullah (PDIP), Rusman Latief (PKB), Asrawati (PPP), dan Kristin Sayori (Kelompok Khusus).

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: kabartimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top