Srikandi Merdeka Cup 2026 Resmi Digelar di Kudus, Malaysia Jelas-Jelas Bidik Gelar Juara

Penulis: Udin Syamsul  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:11:31 WIB
Pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia, Fairuz Montana Bin Zainal Abidin, menyampaikan target timnya untuk meraih gelar juara di Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus.

PAPUA — Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PSSI ini tidak sekadar ajang pemanasan. Malaysia datang dengan ambisi besar: menjadi juara dan mengalahkan tuan rumah.

"Kami datang bukan untuk berlibur, tetapi untuk menjadi juara dan mengalahkan tuan rumah," tegas Pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia, Fairuz Montana Bin Zainal Abidin.

Malaysia Pasang Target Tinggi, Waspadai Tiga Tim

Fairuz tidak memandang remeh lawan-lawannya. Ia menyebut Indonesia, Arab Saudi, dan Hong Kong, China sebagai tim yang patut diwaspadai. Namun, ia percaya konsentrasi dan mental bertanding menjadi kunci utama untuk membawa pulang trofi.

Kapten Malaysia, Keisha Adeliena binti Muhammad Khalid, menambahkan seluruh pemain sudah bekerja keras. "Kami telah bekerja keras selama latihan, berfokus pada taktik dan kerja sama tim. Semua pemain sangat termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik," ujarnya.

Garuda Pertiwi: Dua Pekan TC Jadi Modal Hadapi Tekanan Publik

Di kubu tuan rumah, Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi yang ditangani Timo Scheunemann memanfaatkan turnamen ini sebagai tolak ukur perkembangan sepak bola putri nasional. Timo menilai kehadiran banyak negara di Kudus menjadi sinyal kebangkitan.

"Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan terbaik serta fair play kepada semua tim," kata Timo.

Ia menambahkan, pengalaman menghadapi tim dengan karakter berbeda akan menjadi modal penting bagi para pemain sebelum nantinya memperkuat timnas senior. Salah satu penggawa Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, mengaku persiapan tim berjalan mulus setelah menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua pekan.

"Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia," tutur Shifana.

Putri Nusantara: Persiapan Singkat, Target Maksimal

Indonesia juga menurunkan Putri Nusantara yang ditangani Takumi Taniguchi. Meski waktu persiapan relatif singkat, pelatih asal Jepang itu memastikan para pemainnya siap bertarung. "Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan," ujar Takumi.

Dian Aprilia Pary, salah satu pemain Putri Nusantara, menyambut antusias kesempatan membela Merah Putih. "Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap memberikan yang terbaik di setiap pertandingan," katanya.

Kudus Siap Jadi Tuan Rumah Sport Tourism

Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menegaskan turnamen ini dirancang untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri Asia sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism. Ia berharap seluruh partisipan membawa pulang pengalaman positif, bukan hanya dari hasil pertandingan.

"Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim ofisial yang terlibat membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaraan, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus," jelas Teddy.

Arab Saudi, yang ditangani pelatih Aikaterini Falida, juga menjadikan turnamen ini sebagai ajang mengukur kekuatan tim sebelum menghadapi agenda resmi berikutnya. Persaingan di Grup pun dipastikan berjalan ketat mengingat seluruh peserta datang dengan persiapan serius.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: sports.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top