PAPUA — Bencana gempa yang melanda Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu denyut distribusi energi di sana. Berdasarkan pantauan operasional per Sabtu (15/8/2026), dari 52 SPBU yang tersebar di wilayah tersebut, 32 unit sudah melayani masyarakat kembali. Namun, 20 SPBU lainnya belum bisa beroperasi karena berbagai kendala teknis di lapangan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa sebagian besar SPBU yang tutup mengalami masalah akibat pemadaman listrik dan kerusakan sarana fisik. "Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
Kondisi lain juga ditemui di sejumlah titik. Beberapa SPBU sebenarnya dalam keadaan aman, namun operator memilih menahan diri untuk beroperasi. Hal itu dilakukan demi faktor keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan yang masih mengancam.
Untuk memastikan warga tetap mendapat pasokan BBM, Pertamina Patra Niaga tidak tinggal diam. Perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar rantai distribusi tidak putus. Pengiriman bahan bakar kini dilakukan menggunakan mobil tangki yang dikawal ketat, terutama saat melintasi ruas jalan yang rawan longsor.
Langkah pengamanan ekstra ini menjadi krusial karena medan di Flores yang berbukit dan rawan bencana susulan. Dengan pengawalan tersebut, Pertamina berupaya memastikan setiap liter BBM yang dikirim bisa tiba di SPBU dengan selamat dan tepat waktu.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan seluruh operasional SPBU yang terdampak. Meski begitu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan terburu-buru. "Sebanyak 20 SPBU yang saat ini belum beroperasi akan segera dipulihkan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata Kitty.
Kondisi operasional SPBU di lapangan sendiri bersifat dinamis. Tim teknis Pertamina terus memantau perkembangan situasi secara berkala dan akan langsung melakukan perbaikan begitu kondisi lingkungan dinilai aman. Masyarakat diharapkan tetap tenang, karena stok BBM dan LPG di wilayah Flores dipastikan aman dan penyaluran terus dilakukan meski di tengah situasi darurat bencana.