PAPUA — Ratusan peserta mengikuti jalannya upacara dengan khidmat, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, hingga perwakilan pelajar dan organisasi masyarakat. Kehadiran Ketua DPRD Pati sebagai pembaca konstitusi menegaskan sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam momen sakral tersebut.
Menurut Ali, perayaan kemerdekaan yang digelar setiap tahun memiliki makna lebih dalam daripada sekadar agenda seremonial. Ia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Semangat perjuangan mereka harus terus kita lanjutkan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara,” ujar Ali di sela-sela kegiatan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan peserta upacara yang memadati area alun-alun. Baginya, momentum 17 Agustus adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali peran masing-masing individu dalam pembangunan.
Lebih lanjut, politisi tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan semangat gotong royong sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Pati tidak akan tercapai jika masyarakatnya terpecah belah.
“Dengan semangat kemerdekaan, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian dan bekerja untuk kemajuan Kabupaten Pati serta Indonesia,” pungkasnya.
Ajakan ini disampaikan di tengah dinamika pembangunan daerah yang membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga swasta dan komunitas. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal sosial penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Mina Tani ini.
Peringatan HUT ke-81 RI di Pati tahun ini menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas sektor adalah harga mati untuk menghadapi tantangan ke depan. Komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan dinilai akan berbanding lurus dengan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.