JAYAPURA — Letnan Dr. Yanivo Vira membuktikan bahwa ibu muda sekaligus aparat keamanan bisa meniti karier di dunia medis. Bergabung dengan Pasukan Mobil Vanuatu (VMF) sejak 2013, ia kini bertugas di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Nasional Vila (VNH) sembari melayani kebutuhan medis personel kepolisian.
Perjalanan Yanivo dimulai setelah menyelesaikan kelas 13. Saat menempuh pendidikan di Universitas Pasifik Selatan (USP), ia menemukan peluang beasiswa untuk studi kedokteran di luar negeri dan memutuskan melamar meski usianya masih sangat muda.
Setelah merampungkan pendidikan kedokteran di luar negeri, Yanivo kembali ke Vanuatu dan mulai bekerja di VNH pada 2020. Ia kemudian memperoleh izin praktik kedokteran dan mengabdi di rumah sakit nasional sekaligus di lingkungan VMF.
“Saya bekerja di dua tempat, dan ketika mereka membutuhkan saya, saya biasanya meluangkan waktu untuk pergi dan bekerja di rumah sakit dan juga di VMF. Jadwal kerja yang teratur membuat hidup sedikit lebih mudah,” katanya.
Bidang yang ia tekuni adalah kedokteran darurat. Yanivo berharap dapat melanjutkan studi di bidang tersebut sambil memperkuat kapasitas medis VMF.
Yanivo menyoroti minimnya personel VMF yang berlatar belakang medis. Dari seluruh korps, baru dua orang yang naik pangkat sebagai petugas medis. Ia menilai investasi pelatihan di bidang ini masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Kami ingin melatih lebih banyak petugas dan membawa lebih banyak orang ke dalam Kepolisian yang dapat dilatih di bidang medis. Kami membutuhkan lebih banyak petugas medis di lapangan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Fasilitas kesehatan VMF sendiri telah menunjukkan kemajuan. Ketika Yanivo pertama bergabung pada 2013, personel masih menggunakan klinik lama yang kini telah dihancurkan. Saat ini VMF telah memiliki fasilitas medis yang lebih baru dan lebih canggih.
Menjadi ibu dan menjalankan dua tanggung jawab profesional tidak menghentikan Yanivo untuk melanjutkan pendidikan. Ia masih berencana menempuh studi lanjutan dan menegaskan bahwa ambisi tidak boleh padam oleh keadaan.
“Setiap orang memiliki mimpi dan ambisi masing-masing, tetapi apa pun yang Anda tekuni, Anda dapat mencapainya,” katanya.
Kisah Yanivo menjadi contoh nyata bahwa profesi di bidang medis tidak eksklusif bagi laki-laki. Ia berharap lebih banyak perempuan muda Vanuatu berani mengambil langkah serupa dan mengejar pendidikan tinggi meski harus menghadapi tantangan hidup. (*)