Bullion Bank RI Kelola 177 Ton Emas, IBMA Dorong Percepatan Pendalaman Pasar

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:00:31 WIB
Ketua IBMA Yosep Tresna menyatakan kesiapan asosiasi untuk mempercepat pendalaman pasar bullion nasional.

PAPUA — Asosiasi pelaku usaha bullion bank, Indonesia Bullion Market Association (IBMA), menegaskan komitmennya untuk mempercepat pendalaman pasar emas domestik. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi logam mulia.

Pegadaian dan BSI Kuasai Pasar Bullion Nasional

Data terkini menunjukkan total emas yang dikelola bullion bank di Indonesia mencapai 177 ton. Dari jumlah tersebut, PT Pegadaian mendominasi dengan mengelola 153 ton emas, sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengelola 24 ton emas.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan industri bullion nasional sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan kebijakan bullion bank pada awal 2024. Kehadiran bullion bank membuka peluang bagi bank dan pegadaian untuk menjalankan aktivitas usaha bulion, termasuk simpanan emas, pembiayaan, dan perdagangan.

Strategi IBMA Percepat Pendalaman Pasar

IBMA melihat masih ada ruang besar untuk mengembangkan ekosistem bullion di Indonesia. Percepatan pendalaman pasar menjadi fokus utama asosiasi, mencakup perluasan basis nasabah dan penguatan likuiditas instrumen emas.

Ketua IBMA, Yosep Tresna, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan regulator dan pelaku industri. “Kami siap tancap gas untuk mendorong pendalaman pasar bullion, karena ini berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/2).

Dengan total 177 ton emas yang dikelola, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk membangun pasar bullion yang lebih likuid dan terpercaya. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing emas nasional di kancah global.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis?

Bagi investor ritel, pertumbuhan bullion bank berarti semakin banyak pilihan produk investasi emas yang terukur dan diawasi regulator. Masyarakat kini bisa memanfaatkan layanan seperti tabungan emas, gadai, hingga pembiayaan dengan jaminan emas dari lembaga resmi.

Sementara bagi pelaku bisnis, pendalaman pasar ini membuka peluang kerjasama di sepanjang rantai nilai emas, dari hulu pertambangan hingga hilir ritel. Likuiditas yang lebih baik juga memudahkan korporasi melakukan hedging atau diversifikasi aset menggunakan emas.

Percepatan pendalaman pasar bullion sejalan dengan visi pemerintah menjadikan emas sebagai salah satu pilar instrumen keuangan nasional. Dengan dukungan regulasi yang jelas, industri ini berpotensi tumbuh lebih agresif dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top