PAPUA — Jelang duel panas di babak empat besar, Timo Scheunemann menegaskan bahwa kebugaran fisik menjadi prioritas utama yang akhirnya terbayar. Dalam proses pembentukan tim yang masih berjalan, absennya pemain yang cedera adalah sebuah anomali positif yang tidak disia-siakan.
"Kami bersyukur sekali bahwa tidak ada yang cedera. Memang kedalaman tim itu tidak sebaik yang saya harapkan karena memang kami baru membentuk. Jadi bahwa tidak ada yang cedera itu sesuatu yang sangat positif," kata Timo dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Bagi pelatih berlisensi Jerman ini, partai kontra Yordania bukan hanya soal tiket final. Ia lebih menyoroti bagaimana anak asuhnya bisa menyerap pengalaman bertanding di level internasional, sesuatu yang tak bisa dibeli di lapangan latihan.
"Lebih daripada sekadar menang atau juara, kami harus membina pemain supaya bisa lebih daripada yang ada sekarang," ujarnya.
Timo menegaskan para pemain dilarang gentar hanya karena mendengar reputasi lawan. Justru, tekanan dari tim sekelas Yordania adalah kurva pembelajaran terbaik bagi perkembangan skuad muda Garuda Pertiwi.
Laga yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, ini menjadi ujian sesungguhnya bagi mental bertanding para pemain. Timo berharap dukungan suporter bisa menjadi pemain ke-12 yang mendorong performa terbaik timnya di atas lapangan.
Dengan kondisi skuad yang prima dan tekad yang bulat, Garuda Pertiwi mengincar satu tempat di partai puncak. Pertanyaan besarnya kini, sanggupkah mereka meredam agresivitas Yordania dan merebut tiket final?