Target HRC untuk Quartararo di MotoGP 2026: Kembali ke Puncak, atau Gagal Lagi?

Penulis: Sofyan Basri  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:34:01 WIB
Fabio Quartararo resmi bergabung dengan tim Repsol Honda untuk MotoGP 2026.
ini bertepatan dengan regulasi teknis baru—mesin 850 cc dan ban Pirelli—yang diyakini HRC sebagai titik reset kompetisi. Namun, memori dua musim terpuruk bagi kedua pihak membuat target ini terdengar sangat ambisius. ISI:

PAPUA — Manajer tim HRC, Alberto Puig, buka suara soal ekspektasi terhadap Fabio Quartararo yang resmi bergabung musim depan. Dalam wawancara dengan reporter pit-lane MotoGP, Jack Appleyard, di Silverstone, Puig menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar mengisi kursi kosong, melainkan proyek besar untuk membawa Honda kembali ke jalur kemenangan.

"Tentu saja, hanya ada satu target," ujar Puig. "Target itu, terkadang memang tidak bisa dicapai. Namun, hanya ada satu tujuan, dan pastinya, bagi Fabio maupun Honda, targetnya adalah kembali dan berupaya meraih posisi puncak. Hal ini sudah jelas."

Mengapa Target Ini Begitu Berat bagi Honda dan Quartararo?

Fakta di lintasan tidak bisa dibohongi. Honda belum pernah merasakan kemenangan sejak Marc Marquez terakhir menang pada 2021. Quartararo juga mengalami puasa kemenangan sejak 2022 bersama Yamaha. Dua entitas yang sama-sama kelaparan kini bergabung dalam satu garasi.

Puig mengakui status Quartararo sebagai juara dunia dan salah satu pebalap tercepat. Namun, kecepatan individu tidak menjamin motor kompetitif. Selama dua musim terakhir, RC213V dikenal sulit dikendarai, sementara Yamaha M1 milik Quartararo punya masalah traksi kronis. Kombinasi dua "masalah besar" ini bisa menjadi solusi—atau justru memperburuk keadaan.

Regulasi 850 cc: Peluang Emas atau Teka-Teki Baru?

MotoGP 2026 akan melakukan reset total. Mesin baru 850 cc, ban Pirelli menggantikan Michelin, plus pemangkasan perangkat aerodinamika dan elektronik. Semua tim mulai dari nol. Inilah alasan utama mengapa Puig percaya diri.

Perubahan regulasi memang sering menjadi "penyamakan" performa. Tim yang tertinggal bisa langsung kompetitif jika interpretasi regulasi mereka benar. Namun, risikonya juga besar. Honda yang selama ini bergantung pada filosofi desain tertentu harus beradaptasi dengan ban baru yang karakternya belum diketahui. Jika salah langkah di musim dingin, mereka bisa kembali tertinggal sejak tes pertama.

Puig Berpindah Peran, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Menariknya, Puig tidak akan lagi menjabat sebagai manajer tim musim depan. Ia beralih menjadi penasihat HRC, sementara Mikihiko Kawase—yang kini menjabat manajer teknis—akan naik pangkat menjadi manajer tim. Target tinggi yang diumumkan Puig akan dieksekusi oleh Kawase di garasi.

Pergantian kepemimpinan di tengah transisi besar bisa menjadi gangguan atau justru penyegar. Yang jelas, Puig masih akan mendampingi dari belakang, memastikan visinya tentang pengembangan motor tetap berjalan.

Ucapan Terima Kasih untuk Joan Mir dan Luca Marini

Puig juga menyempatkan diri untuk mengapresiasi Joan Mir dan Luca Marini yang akan hengkang. Bersama Johann Zarco di tim LCR, mereka dianggap berjasa membantu Honda mengembangkan motor di musim 2024 yang berat.

"Kami senang dan berterima kasih atas kinerja Joan dan Luca selama beberapa tahun terakhir karena mereka telah membantu kami mengembangkan motor dan kami harus berterima kasih atas segala upaya mereka," jelas Puig. "Segala sesuatu pasti ada akhirnya, dan masa kebersamaan dengan mereka telah usai."

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terlalu Optimis

Target juara adalah hal yang wajar diumumkan tim pabrikan. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diingat:

  • Sejarah adaptasi pebalap: Quartararo belum pernah membalap motor Honda di kelas MotoGP. Adaptasi gaya balap dari Yamaha yang "halus" ke Honda yang agresif butuh waktu—bisa setengah musim atau lebih.
  • Kompetitor tidak diam: Ducati, Aprilia, dan KTM juga akan memulai dari nol dengan regulasi baru, dan mereka punya basis teknis yang lebih stabil dalam beberapa tahun terakhir.
  • Risiko "over-promise": Jika target juara tidak tercapai di musim pertama, tekanan psikologis pada Quartararo dan tim bisa meningkat. Ini justru kontraproduktif untuk pembangunan jangka panjang.

Kesimpulannya, langkah Honda merekrut Quartararo adalah keputusan berani. Regulasi 2026 memberi mereka alasan untuk percaya diri, tapi ini adalah balapan yang baru dimulai. Apakah target puncak itu realistis? Secara matematis, ya. Secara teknis, semua masih misteri.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top