Satgas Yonif 731/Kabaresi Pasang Lampu Jalan di Kampung Julukoma, Warga Perbatasan Papua Kini Punya Penerangan Malam

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 16 September 2026 | 10:46:01 WIB
Prajurit Satgas Yonif 731/Kabaresi bersama warga memasang tiang dan lampu penerangan jalan di Kampung Julukoma, Papua.

JAYAPURA — Pemasangan lampu jalan di Kampung Julukoma menyasar sejumlah titik penerangan yang membentang dari kawasan permukiman warga hingga gereja. Prajurit Satgas Pamtas dan masyarakat bahu-membahu mendirikan tiang serta memasang lampu di ruas jalan utama kampung.

Kegiatan karya bakti itu menjadi bagian dari pendekatan Satgas Yonif 731/Kabaresi selama bertugas di wilayah perbatasan. Selain menjalankan pengamanan garis batas RI-PNG, prajurit diterjunkan untuk kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga.

Mengapa Penerangan Jalan Jadi Kebutuhan Mendesak Warga Perbatasan

Sebelum lampu terpasang, ruas jalan kampung gelap saat malam tiba. Warga kesulitan beraktivitas maupun menuju tempat ibadah karena minimnya sumber cahaya di sepanjang jalan.

Kehadiran penerangan baru membuat jalan lebih terlihat pada malam hari. Warga menyambut baik karena penerangan jalan dinilai sebagai salah satu kebutuhan penting yang selama ini belum tersedia.

Bagi masyarakat Kampung Julukoma, manfaatnya bukan sekadar membuat jalan terang. Penerangan itu menambah kenyamanan saat beraktivitas di luar rumah maupun saat berjalan menuju gereja.

Kepedulian Satgas Tak Berhenti di Penerangan Jalan

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 731/Kabaresi menyatakan kehadiran prajurit tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan perbatasan. Kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan warga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas di wilayah penugasan.

Sebelum pemasangan lampu, Satgas Yonif 731/Kabaresi menyalurkan dukungan di bidang pendidikan. Bantuan perlengkapan diberikan kepada siswa Sekolah Alkitab Beoga sebagai upaya memperkuat kedekatan prajurit dengan masyarakat setempat.

Kedua kegiatan itu menunjukkan pola pendekatan yang sama: prajurit hadir di tengah warga, bukan hanya berjaga di garis batas. Dukungan pendidikan dan infrastruktur penerangan menjadi wujud nyata kehadiran negara di kampung-kampung perbatasan.

Gotong Royong Jadi Cara Warga dan Prajurit Bekerja Bersama

Pemasangan tiang dan lampu dikerjakan tanpa mengandalkan satu pihak saja. Prajurit dan warga bekerja bersama sejak pendirian tiang hingga penyalaan lampu di sejumlah titik.

Semangat kebersamaan itu disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata di wilayah perbatasan. Kegiatan karya bakti berlangsung aman dan lancar.

Kini lampu yang terpasang menerangi Kampung Julukoma setiap malam. Warga berharap penerangan serupa bisa menjangkau ruas jalan lain di kampung tersebut.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: antarpapua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top