PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan ketersediaan biosolar di seluruh SPBU wilayah kerjanya tetap terjaga melalui perencanaan suplai dan penyaluran sesuai ketentuan penugasan. Pengaturan pasokan dan waktu bongkar BBM dilakukan agar pelayanan ke masyarakat tidak terhambat, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU. Perusahaan juga membuka kanal pengaduan lewat Pertamina Contact Center 135 bagi warga yang butuh informasi produk dan layanan.
JAYAPURA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak jenis biosolar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah kerjanya. Pengaturan pasokan dilakukan agar kebutuhan biosolar di SPBU dapat terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bramantyo Rahmadi menyatakan pihaknya terus mengatur waktu suplai dan proses pembongkaran BBM agar dilakukan tepat waktu. Langkah itu ditempuh supaya ketersediaan biosolar di SPBU tetap terjaga.
Bramantyo menegaskan penyaluran biosolar saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi.
"Stok kami terus jaga, penyaluran pun saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina. Ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi," kata Bramantyo di Jayapura.
Pengelolaan suplai disebut menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran biosolar bersubsidi berlangsung tertib dan tepat sasaran. Pengaturan itu juga menyangkut kesesuaian dengan aturan penugasan yang berlaku.
Selain menjaga stok, Pertamina mengatur waktu suplai dan pembongkaran BBM agar tidak menumpuk di satu waktu. Dampaknya diharapkan mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU, terutama seiring penerapan layanan pengisian biosolar.
"Dengan pengaturan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU, terutama seiring dengan penerapan layanan pengisian Biosolar," ujarnya.
Koordinasi dan evaluasi terhadap kebutuhan pasokan di lapangan akan terus dilakukan. Tujuannya agar pelayanan biosolar kepada masyarakat berjalan optimal.
"Kami juga bakal terus melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap kebutuhan pasokan di lapangan agar pelayanan biosolar kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal," ujarnya lagi.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk, layanan, atau pertanyaan lain diarahkan menghubungi Pertamina Contact Center 135. Kanal itu disiapkan sebagai jalur resmi untuk menjawab kebutuhan warga.
Permintaan pasokan biosolar di Papua dan Maluku terus dipantau agar tidak mengganggu aktivitas harian warga, termasuk pelaku usaha yang bergantung pada bahan bakar bersubsidi.