BMKG Wilayah V Jayapura mencatat 1.862 titik api terpantau di enam provinsi Tanah Papua, dengan Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menyumbang terbanyak 849 titik. Dari total itu, 97 titik masuk kategori kepercayaan tinggi, 1.719 titik kepercayaan sedang, dan 46 titik kepercayaan rendah. Pemantauan atmosfer menunjukkan El Nino masih aktif dan diprediksi bertahan hingga awal 2027.
JAYAPURA — Prakirawan BMKG Jayapura Arif Pradana menyatakan hasil monitoring atmosfer dan laut menempatkan nilai Southern Oscillation Index (SOI) pada -19,8 dan indeks Nino 3.4 sebesar +2,53. Kedua angka itu menandakan El Nino masih aktif sejak Mei dan pada September mencapai intensitas sangat kuat.
Kondisi tersebut berpotensi menekan curah hujan di sebagian wilayah Papua. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung Juli hingga September.
Dari 42 kabupaten dan kota di enam provinsi Tanah Papua, empat daerah mencatat titik api paling banyak. Merauke memimpin dengan 849 titik, terdiri dari 809 titik kepercayaan sedang, 31 titik kepercayaan tinggi, dan sembilan titik kepercayaan rendah.
Kabupaten Kaimana menyusul dengan 281 titik api, Fakfak 219 titik api, dan Teluk Bintuni 111 titik api. Ketiga kabupaten itu berada di Provinsi Papua Barat.
"Untuk kabupaten dan kota lainnya, jumlahnya titik api yang terpantau dibawah ke empat kabupaten, bahkan 13 kabupaten lainnya dilaporkan tidak terdapat titik api," kata Arif di Jayapura.
Arif menjelaskan, El Nino yang aktif sejak Mei dan menguat pada September dapat mengurangi curah hujan di sebagian Papua. Puncak kemarau diperkirakan berlangsung Juli hingga September.
BMKG meminta warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, baik untuk kebun maupun membersihkan lahan. Aktivitas itu berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Tidak melakukan pembakaran lahan baik untuk kebun, membersihkan lahan, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot yang tinggi," ujar Arif.
Dari 1.862 titik api yang terpantau, mayoritas atau 1.719 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang. Sebanyak 97 titik masuk kategori kepercayaan tinggi dan 46 titik kepercayaan rendah.
Wilayah dengan konsentrasi titik api tinggi perlu mendapat perhatian lebih, terutama Merauke yang menyumbang hampir separuh total temuan. Kabupaten lain di Papua Selatan dan Papua Barat juga masuk pantauan BMKG Jayapura.
BMKG Jayapura menyatakan akan terus memantau perkembangan titik api dan kondisi atmosfer selama periode kemarau berlangsung.