JAYAPURA — Prakirawan BMKG Puji Sibuea menyampaikan peringatan tersebut dalam siaran resmi lembaga itu. Awan kumulonimbus berpotensi muncul di sebagian wilayah Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, serta sejumlah area di Sumatera.
Peringatan mencakup Sumatera bagian tengah hingga utara, termasuk Sumatera Utara, Riau, dan Selat Malaka. Kawasan Laut China Selatan dan Laut Natuna Utara juga masuk daftar waspada.
Awan kumulonimbus dikenal sebagai awan konvektif yang menjulang tinggi dan sering disertai turbulensi, petir, serta angin kencang. Kondisi itu bisa membahayakan pesawat yang melintas di sekitarnya.
"Waspadai hujan dan juga kumulonimbus di sebagian wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara, termasuk Sumatera Utara, Riau serta Selat Malaka, Laut Cina Selatan ataupun Laut Natuna Utara, kemudian di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sebagian wilayah Jawa Barat serta sebagian wilayah Papua," kata Puji Sibuea.
BMKG mengimbau penumpang memantau informasi terbaru dari bandara dan maskapai sebelum berangkat. Penundaan atau perubahan jadwal penerbangan bisa terjadi jika kondisi awan memburuk.
Pemicu utama pertumbuhan awan hujan adalah bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala. Sistem itu terpantau dengan kecepatan angin maksimum 25-30 knot dan tekanan udara minimum sekitar 1.000 hPa.
Bibit siklon tersebut membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin di Teluk Benggala serta Laut Andaman. Dalam 48-72 jam ke depan, sistem itu berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis.
Selain 98B, sirkulasi siklonik terpantau di sekitar Thailand, Laut China Selatan di utara Kalimantan, dan Samudra Pasifik di utara Papua. Ketiga sistem itu membentuk daerah perlambatan serta pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
BMKG merinci sembilan wilayah dalam peringatan potensi awan hujan atau kumulonimbus pada Senin (26/10/2026):
Daftar itu merupakan area yang perlu diwaspadai berdasarkan prakiraan, bukan kepastian bahwa awan kumulonimbus akan terbentuk di seluruh lokasi sepanjang hari. Potensi perkembangan siklon 98B juga tidak berarti semua wilayah dalam peringatan akan terdampak langsung.
Warga di kawasan rawan diminta tetap memantau pembaruan cuaca dari BMKG. Bagi penumpang pesawat, cek status penerbangan sebelum menuju bandara.