JAYAPURA — Dalam forum tersebut, Michael menekankan bahwa semangat perubahan bisa diwujudkan lewat gagasan kreatif dengan mengembangkan potensi daerah. Sagu disebutnya sebagai panganan lokal yang layak dikembangkan, begitu pula kopi Papua yang memiliki cita rasa berbeda dibanding kopi lain.
Menurut Michael, anak muda di Tanah Papua perlu memperkuat persatuan bangsa dengan memegang teguh nilai kejujuran, keberanian, dan kesetiaan. Ia mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi, hoaks, clickbait, hingga ujaran kebencian kerap dipakai untuk memecah belah bangsa.
Sagu dan Kopi Papua Jadi Pintu Masuk Ketahanan Pangan
Michael yang juga Co-Founder Colo Sagu mendorong pemuda memanfaatkan tangan dan jari untuk hal produktif. Contohnya berkebun, menanam tomat, hingga meracik kopi Papua.
"Saatnya anak muda di Papua menjadi motor penggerak ketahanan pangan lokal," katanya.
Ia juga meminta anak muda tidak memakai jari untuk menyebar hoaks di ruang digital atau menyebar kebencian. Menurutnya, jari lebih baik dipakai untuk menghijaukan hutan, berkebun, dan mendorong perekonomian pangan lokal.
Forum Bincang Sagu Hadirkan Wagub hingga Kapolresta Jayapura
Bincang Sagu yang mengangkat tema "Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan" selaras dengan tema nasional Hari Sumpah Pemuda ke-98: Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. Forum itu turut menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen, dan Ferdinan Mayer, pelaku UMKM di Kota Jayapura.
Dalam diskusi itu, Michael mengutip pesan Presiden Prabowo saat Sumpah Pemuda 2025. Pesan tersebut menyebut selama masih ada anak muda Indonesia yang jujur, berani, dan setia, Indonesia tak akan kalah.
"Maka, sa (saya) mengajak pemuda di Papua menjaga Indonesia dengan berkarya dan menjaga jari di sosmed untuk hal negatif," ujarnya menutup diskusi.