Pencarian

Papua Atasi Krisis Pangan Lewat Integrasi Program MBG dan UMKM

Jumat, 01 Mei 2026 • 05:10:06 WIB
Papua Atasi Krisis Pangan Lewat Integrasi Program MBG dan UMKM
Billy Mambrasar mendorong integrasi program MBG dengan UMKM untuk stabilkan suplai pangan di Papua.

PAPUA — Anggota Komite Eksekutif Presiden Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar mendorong integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan UMKM dan koperasi lokal guna menjaga stabilitas suplai pangan. Strategi ini menjadi solusi krusial di tengah keterbatasan pasokan komoditas pangan yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Papua.

Billy mengungkapkan bahwa tekanan pada rantai pasok pangan di Papua sudah mencapai tahap serius pada Jumat (15/11). Kondisi ini ditandai dengan lonjakan harga serta sulitnya mendapatkan bahan pangan pokok seperti ikan, ayam, telur, hingga daging di tingkat pasar lokal.

Krisis Suplai Pangan Ancam Program Nasional di Papua

Keterbatasan stok pangan bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan ancaman langsung bagi keberhasilan agenda nasional. Billy menilai kualitas program Makan Bergizi Gratis bisa terganggu jika ketergantungan pada pasokan luar daerah tidak segera dikurangi melalui pemberdayaan produsen lokal secara masif.

"Papua menghadapi tantangan struktural dalam rantai pasok pangan. Ketika suplai ikan, ayam, telur, dan daging terbatas, maka dampaknya langsung terasa, bukan hanya pada harga melainkan juga pada program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” ungkap Billy.

Laporan dari berbagai kabupaten menunjukkan adanya kendala distribusi yang signifikan. Banyak daerah mulai mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan protein hewani dan buah-buahan segar untuk konsumsi harian masyarakat maupun kebutuhan institusi pendidikan yang menjadi target program pemerintah.

Rekomendasi Penguatan Logistik dan Produksi Lokal

Sebagai langkah konkret, Billy merekomendasikan penguatan sektor perikanan dan peternakan berbasis masyarakat. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti cold storage dan pusat distribusi pangan di titik-titik strategis menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kesegaran komoditas dan stabilitas harga.

Tantangan geografis Papua yang ekstrem memerlukan intervensi khusus dari pemerintah pusat melalui kebijakan logistik. Billy menekankan pentingnya subsidi distribusi agar harga pangan di wilayah pegunungan maupun pesisir dapat ditekan hingga mencapai titik keseimbangan yang wajar bagi masyarakat.

Efektivitas program di lapangan sangat bergantung pada sinkronisasi antarlembaga. Perlu ada koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kesinambungan antara sektor pangan, kesehatan, dan ekonomi agar program MBG tidak berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

Kemandirian Melalui Industri Pakan dan Pupuk Lokal

Mengurangi ketergantungan pada pasokan luar Papua memerlukan keberanian untuk membangun industri hulu di tanah Papua. Billy mengusulkan pembangunan pabrik pakan ternak dan industri pupuk lokal guna memangkas biaya produksi para peternak dan petani di daerah secara permanen.

Pendekatan afirmatif ini dianggap sebagai kunci agar program pemerintah memberikan dampak ekonomi berganda bagi warga lokal. Tanpa ekosistem yang kuat, kendala lapangan diprediksi akan terus berulang dan menghambat pencapaian target kualitas gizi nasional di wilayah timur.

"Kalau tidak, maka program-program nasional akan terus menghadapi kendala di lapangan,” tuturnya. Keberhasilan pembangunan di wilayah Papua kini bertumpu pada kesiapan ekosistem pangan yang stabil, mandiri, dan berkelanjutan melalui peran aktif koperasi serta UMKM setempat.

Bagikan
Sumber: pantau.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks