JAYAPURA — Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen membuka rangkaian Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua. Perhelatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, para bupati, wali kota se-Tanah Papua, serta pimpinan media dari berbagai daerah.
Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakannya, Aryoko memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Jayapura sebagai pusat perayaan kebebasan pers tahun ini. Agenda global tersebut mengusung tema "Shaping the Future of Peace" yang diselaraskan dengan tema nasional mengenai pers berkualitas untuk keadilan Indonesia.
Peran Strategis Pers Sebagai Pilar Demokrasi di Papua
Gubernur Papua menegaskan bahwa masa depan yang damai hanya bisa terwujud jika didukung oleh pers yang independen dan bertanggung jawab. Pers dipandang bukan sekadar penyampai informasi, melainkan penjaga kebenaran di tengah maraknya arus misinformasi yang kerap memicu keresahan masyarakat.
"Pers memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi. Pers bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjaga kebenaran, pengawal kebijakan publik, serta sarana edukasi masyarakat di tengah arus informasi dan misinformasi," ucap Aryoko.
Pemilihan Papua sebagai tuan rumah WPFD 2026 menjadi simbol kuat bahwa kebebasan pers harus dirasakan hingga pelosok negeri. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen pemerintah untuk terus membuka ruang dialog yang sehat dengan para jurnalis.
Menjamin Keamanan Jurnalis di Tengah Tantangan Geografis
Pemerintah Provinsi Papua mengakui adanya tantangan nyata yang dihadapi insan pers di lapangan. Mulai dari kondisi geografis yang ekstrem, dinamika sosial yang tinggi, hingga isu keamanan yang masih menjadi perhatian serius di beberapa wilayah Bumi Cenderawasih.
Merespons hal tersebut, Aryoko menekankan komitmen Pemprov Papua untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi jurnalis. Perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik menjadi prioritas guna memastikan arus informasi tetap mengalir tanpa bayang-bayang ketakutan.
"Pers adalah kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah belah. Sebagai penerang, bukan penyulut kegelapan," tegasnya saat memberikan arahan di hadapan para tokoh pers.
Sinergi Menuju Transformasi Papua yang Cerdas dan Harmonis
Peringatan WPFD 2026 ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat. Kolaborasi ketiga elemen ini dianggap sebagai fondasi utama untuk membangun Papua yang lebih maju, adil, dan sejahtera sesuai visi pembangunan daerah.
Pemerintah berharap pers terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas karya jurnalistiknya. Dengan informasi yang akurat, visi transformasi Papua yang cerdas dan harmonis diyakini dapat terakselerasi dengan lebih baik.
Acara pembukaan diakhiri dengan doa syukur dan harapan besar agar rangkaian kegiatan WPFD 2026 memberikan dampak positif bagi iklim demokrasi di Tanah Papua. Seluruh peserta yang hadir, termasuk kalangan akademisi, menyambut optimis komitmen perlindungan jurnalis yang disampaikan pemerintah provinsi.