Pencarian

Komputer Kuantum Dual-Core Hanyuan-2 Resmi Meluncur Tanpa Data Benchmark Performa

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:38:33 WIB
Komputer Kuantum Dual-Core Hanyuan-2 Resmi Meluncur Tanpa Data Benchmark Performa
Hanyuan-2, komputer kuantum dual-core pertama di dunia, resmi diluncurkan di Wuhan, China.

China memperkenalkan Hanyuan-2 sebagai komputer kuantum dual-core pertama di dunia yang diklaim memiliki efisiensi daya sangat tinggi. Meski mengusung arsitektur unik dengan 200 qubit, perangkat ini memicu keraguan di kalangan analis global karena absennya data performa dan makalah ilmiah resmi.

CAS Cold Atom Technology, firma teknologi asal Wuhan yang berafiliasi dengan Chinese Academy of Sciences (CAS), baru saja meluncurkan sistem komputer kuantum terbaru bernama Hanyuan-2. Mesin seukuran lemari ini diklaim sebagai tonggak sejarah baru karena mengadopsi arsitektur dual-core, sebuah konsep yang jamak di dunia komputasi klasik namun masih sangat jarang di ranah kuantum.

Laporan dari media pemerintah Science and Technology Daily menyebutkan bahwa Hanyuan-2 menggabungkan dua array atom netral independen dalam satu unit terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk menjalankan tugas secara paralel atau menggunakan satu inti sebagai pemroses utama sementara inti lainnya fokus pada koreksi kesalahan (error correction) secara real-time.

Spesifikasi 200 Qubit dengan Konsumsi Daya di Bawah 7 kW

Hanyuan-2 dibangun menggunakan teknologi atom netral, yang memanfaatkan array laser untuk menjebak dan memanipulasi atom individu sebagai qubit. Sistem ini menggunakan total 200 qubit yang terdiri dari 100 atom rubidium-85 dan 100 atom rubidium-87. Penggunaan atom netral dipilih karena stabilitasnya yang lebih baik dibandingkan teknologi superkonduktor dalam skala tertentu.

Salah satu poin yang paling ditonjolkan adalah efisiensi energinya. Tang Biao, General Manager CAS Cold Atom Technology, menyatakan bahwa seluruh sistem Hanyuan-2 hanya membutuhkan konsumsi daya di bawah 7 kilowatt (kW). Angka ini tergolong sangat rendah untuk sebuah mesin kuantum dengan kapasitas 200 qubit, mengingat sistem pendingin laser yang digunakan sudah terintegrasi secara kompak di dalam kabinet.

Fakta Teknis Hanyuan-2:

  • Kapasitas: 200 qubit (100 Rubidium-85 & 100 Rubidium-87).
  • Arsitektur: Dual-core terintegrasi (bukan modular jaringan).
  • Konsumsi Daya: Kurang dari 7.000 Watt.
  • Lokasi Pengembangan: Wuhan, China.

Inovasi Dual-Core dan Perbandingannya dengan Teknologi Barat

Ge Guiguo, pakar senior di CAS Cold Atom Technology, menjelaskan bahwa Hanyuan-2 mewakili transisi pertama prosesor kuantum dari arsitektur single-core ke dual-core. Strategi ini mirip dengan evolusi CPU pada komputer konvensional, di mana peningkatan performa tidak lagi hanya mengandalkan satu inti besar, melainkan pembagian beban kerja ke beberapa inti.

Namun, klaim "pertama di dunia" ini perlu dilihat secara kritis. Perusahaan Barat seperti IBM, QuEra, dan Microsoft sebenarnya sudah lama mengejar konsep komputasi kuantum modular. Bedanya, perusahaan-perusahaan tersebut lebih fokus pada menghubungkan beberapa prosesor kuantum melalui jaringan (interconnect), sementara Hanyuan-2 menempatkan dua array atom langsung di dalam satu mesin yang sama.

Minimnya Metrik Performa dan Transparansi Data

Meski secara angka qubit terlihat menjanjikan, Hanyuan-2 masih tertinggal jauh dari sisi skala jika dibandingkan dengan kompetitor global. Sebagai perbandingan, Atom Computing asal Amerika Serikat sudah mendemonstrasikan sistem atom netral dengan 1.180 qubit pada tahun 2023. Sementara itu, QuEra telah mengamankan pendanaan lebih dari 230 juta dolar AS untuk mengirimkan mesin siap koreksi-kesalahan ke Jepang.

Kelemahan paling fatal dari pengumuman Hanyuan-2 adalah ketiadaan data teknis yang bisa diverifikasi. CAS Cold Atom Technology tidak merilis metrik krusial seperti gate fidelity (tingkat akurasi gerbang logika), coherence time (durasi qubit bertahan dalam kondisi kuantum), maupun error rate. Tanpa data ini, sulit bagi komunitas sains internasional untuk menilai apakah 200 qubit tersebut benar-benar fungsional untuk komputasi kompleks.

Selain itu, peluncuran ini tidak disertai dengan publikasi makalah ilmiah yang ditinjau sejawat (peer-reviewed). Semua informasi mengenai Hanyuan-2 saat ini hanya bersumber dari kanal media pemerintah China. Kondisi ini membuat Hanyuan-2 terlihat lebih sebagai pembuktian konsep (proof of concept) daripada produk yang siap bersaing di level komersial global dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks