Pencarian

Saham Semen Indonesia hingga Grup Djarum Dicoret dari Indeks LQ45, Ini Daftar Emiten Penggantinya

Rabu, 29 Juli 2026 • 13:36:01 WIB
Saham Semen Indonesia hingga Grup Djarum Dicoret dari Indeks LQ45, Ini Daftar Emiten Penggantinya
Petugas Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan layar indeks saham di Jakarta, Senin (27/7).

PAPUA — JUDUL: Saham Semen Indonesia hingga Grup Djarum Dicoret dari Indeks LQ45, Ini Daftar Emiten Penggantinya LEAD: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk dari daftar indeks LQ45 dalam evaluasi berkala yang akan berlaku efektif pada 3 Agustus 2026. Keputusan ini juga berdampak pada sejumlah emiten BUMN lainnya seperti PT Bukit Asam Tbk dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk yang tersingkir dari indeks unggulan IDX30 dan KOMPAS100. Perombakan ini menjadi sinyal bagi investor untuk mencermati pergerakan likuiditas dan kapitalisasi pasar emiten di bursa.

Dua Sektor Besar Tergusur: BUMN dan Grup Djarum

Dalam evaluasi yang diumumkan Senin (27/7), BEI melakukan penyegaran terhadap delapan indeks acuan, termasuk LQ45, IDX30, dan KOMPAS100. Dari jajaran BUMN, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi dicoret. Sementara itu, dari kelompok Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) juga kehilangan tempat di indeks unggulan.

Keluarnya saham-saham ini menandai pergeseran peta likuiditas di bursa. Sebagai gantinya, BEI memasukkan emiten energi dan tambang, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Nickel Industries Tbk (NICL) ke dalam indeks LQ45. Langkah ini menunjukkan sektor komoditas masih mendominasi minat investor dalam beberapa bulan terakhir.

IDX30 dan KOMPAS100: Dari Bukit Asam hingga MD Entertainment

Pada indeks IDX30 yang berisi 30 saham paling likuid, hanya satu emiten yang keluar, yaitu PT Bukit Asam Tbk. Posisinya digantikan oleh PT Dewa United Tbk (DEWA), sebuah emiten yang bergerak di bidang properti dan teknologi.

Evaluasi paling masif terjadi pada indeks KOMPAS100. BEI mengeluarkan sembilan saham sekaligus, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), hingga PT MD Entertainment Tbk (FILM). Sebagai pengganti, sembilan emiten baru masuk, di antaranya PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bakrie & Brothers Infrastruktur Tbk (BNBR).

Menariknya, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (COIN) dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) juga masuk dalam jajaran baru KOMPAS100, menandakan mulai diliriknya saham-saham berkapitalisasi menengah oleh pasar.

Daftar Lengkap Perubahan Delapan Indeks

Secara keseluruhan, BEI mengevaluasi delapan indeks: IDX80, LQ45, IDX30, KOMPAS100, BISNIS-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL. Masing-masing indeks memiliki periode efektif yang berbeda di awal Agustus 2026. Investor disarankan untuk mencermati ulang komposisi portofolio mereka, terutama yang menggunakan indeks-indeks tersebut sebagai acuan.

Keluarnya emiten BUMN dan Grup Djarum dari indeks unggulan tidak serta-merta mencerminkan fundamental perusahaan yang buruk, melainkan lebih pada hasil pemeringkatan berdasarkan kapitalisasi pasar dan frekuensi transaksi harian. BEI secara rutin melakukan evaluasi ini setiap enam bulan untuk memastikan indeks mencerminkan kondisi pasar terkini.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks