JAYAPURA — Kerusuhan usai laga play-off antara Persipura Jayapura dan Adhiyaksa FC pada Jumat (8/5) meninggalkan bekas luka di Stadion Lukas Enembe. Sejumlah fasilitas di dalam dan luar stadion rusak, memaksa Pemprov Papua bergerak cepat.
Pendataan Ditunda Usai Proses Hukum Rampung
Pelaksana Tugas Kepala Disorda Papua, Laurens Wantik, menyatakan timnya baru akan turun ke lapangan pada Rabu (12/5) untuk mendata seluruh kerusakan. "Kami tunggu semua proses penyelidikan selesai dilakukan oleh pihak kepolisian baru dilakukan perhitungan kerugian," ujarnya di Jayapura, Minggu.
Langkah ini diambil agar pendataan tidak mengganggu olah tempat kejadian perkara (TKP) yang masih berlangsung. Polres Jayapura bersama tim gabungan identifikasi Polda Papua telah menggelar olah TKP di titik-titik yang menjadi pusat kericuhan.
Kerja Bakti Massal Bersihkan Stadion
Sebelum pendataan resmi dimulai, warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua bergerak bersama. Pada Minggu (10/5), mereka menggelar kerja bakti massal membersihkan sisa-sisa material di kawasan stadion.
Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali memastikan stadion sudah aman untuk dibersihkan. "Kami sudah melakukan olah TKP dan Stadion Lukas Enembe sudah siap untuk dilakukan pembersihan," katanya.
Pertemuan dengan Manajemen Persipura Segera Digelar
Pekan depan, Pemprov Papua juga akan mengundang pihak terkait, termasuk manajemen Persipura Jayapura, untuk membahas insiden ini. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah preventif agar kerusuhan serupa tak terulang.
Hingga saat ini, Disorda masih menunggu hasil investigasi kepolisian untuk memastikan penyebab utama kericuhan. Kerugian material baru akan diumumkan setelah seluruh data terkumpul dan diverifikasi.