TIMIKA — Program pelatihan kerja non-teknis pertama di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) resmi meluluskan delapan pemuda dari wilayah pesisir Mimika. Mereka berasal dari Kampung Ayuka dan Tipuka, dua kampung yang berada di sekitar area Portsite dan Cargodock, kawasan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI).
Setelah menjalani pelatihan intensif selama 3,5 bulan, para peserta kini siap bekerja di industri perhotelan dan hospitality. Materi yang diberikan mencakup teknik pelayanan pelanggan, tata graha, pengelolaan restoran, hingga menjadi petugas barak (camp attendant) di lingkungan perusahaan.
Percaya Diri Masuk Dunia Kerja
Salah satu peserta, Lukas Taote, mengaku program ini membuka harapan baru. "Kami jadi punya harapan baru setelah kami belajar bagaimana memberikan pelayanan secara profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya di bidang hospitality. Saya merasa jauh lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja di industri perhotelan," ujarnya di Gedung Serba Guna IPN, Kuala Kencana, Senin (27/4).
Lukas dan tujuh rekannya tidak hanya dibekali teori. Mereka juga menjalani praktik lapangan langsung di fasilitas akomodasi dan katering yang berstandar industri.
Pelatihan Gratis, Angkatan Kedua Sudah Bersiap
Senior Vice President Community Relations PTFI, Nathan Kum, menegaskan program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. "Mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga siap kerja. Semuanya tidak dipungut biaya," kata Nathan.
Ia menambahkan, peserta angkatan kedua dari wilayah pesisir yang sama saat ini sudah bersiap mengikuti pelatihan. Program ini menjadi salah satu upaya PTFI mendorong peningkatan kapasitas SDM generasi muda Papua di sekitar area operasi.
Apresiasi dari Kepala Kampung
Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka, menyampaikan rasa bangga atas capaian delapan pemuda dari kampungnya. "Terima kasih atas pelatihan intensif dan kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka semakin percaya diri, memperoleh pekerjaan, dan terus mendapatkan perhatian sehingga dapat meraih keberhasilan," ujar Paulus.
Ia berharap pemuda pesisir Mimika bisa memanfaatkan pelatihan ini untuk bekerja di sektor di luar pertambangan secara profesional.
Dua Jalur Pelatihan di IPN
IPN merupakan lembaga pelatihan kerja bentukan PTFI. Selama ini, IPN dikenal lewat program teknis seperti mekanik alat berat, pengelasan, operator pabrik, hingga pekerja tambang bawah tanah. Pada 2026, IPN membuka jalur non-teknis perdana: pelatihan hospitality yang berfokus pada pengembangan keterampilan layanan untuk mendukung operasional perhotelan, katering, dan akomodasi perusahaan.
Dengan hadirnya lulusan perdana ini, IPN perlahan memperluas cakupan tenaga kerja lokal tidak hanya di sektor tambang, tetapi juga di industri jasa pendukung yang terus tumbuh di Timika.