NABIRE — Dinas Peternakan Kabupaten Nabire mengerahkan 26 petugas, termasuk dokter hewan, untuk memeriksa 399 hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 370 ekor merupakan sapi dan 29 ekor lainnya adalah kambing.
Plt Kepala Dinas Peternakan Nabire I Dewi Ayu Dwita mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap di masjid-masjid yang tersebar di berbagai zona wilayah. “Hari ini petugas dari dinas mendatangi masjid-masjid melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan sebelum dipotong terhadap hewan kurban,” ujarnya di Nabire, Selasa.
Tahapan Pemeriksaan: Antemortem hingga Postmortem
Pemeriksaan antemortem mencakup pengecekan suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kulit, serta tanda-tanda penyakit menular pada hewan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik ternak benar-benar sehat dan memenuhi syarat kurban.
Setelah hewan disembelih, petugas akan melanjutkan ke tahap postmortem. “Petugas akan memeriksa organ dalam hewan kurban yang terindikasi tidak normal ataupun terinfeksi penyakit,” jelas Dewi. Pemeriksaan ini bertujuan menjamin daging yang dibagikan ke masyarakat aman dikonsumsi.
Nasib Daging Jika Ditemukan Penyakit
Dewi menjelaskan, jika ditemukan penyakit ringan, daging hewan masih bisa dikonsumsi setelah melalui penanganan tertentu. Namun, apabila terdeteksi penyakit berat dan berbahaya, seluruh bagian hewan harus dimusnahkan dan tidak boleh dibagikan kepada warga.
Karena itu, pihaknya mengimbau dewan kemakmuran masjid (DKM) untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan yang baik, termasuk pemberian makan dan minum yang cukup sebelum penyembelihan.
Mengapa Pemeriksaan Hewan Kurban Penting bagi Warga Nabire?
Pemeriksaan ini menjadi krusial karena sebagian besar hewan kurban berasal dari bantuan pemerintah dan sumbangan masyarakat yang akan didistribusikan ke warga. Tanpa pengawasan ketat, risiko penyebaran penyakit zoonosis atau keracunan pangan bisa meningkat.
Dengan melibatkan dokter hewan dan petugas yang dibagi per zona, Dinas Peternakan Nabire memastikan setiap titik penerimaan hewan kurban mendapatkan pengawasan yang merata. Langkah ini juga menjadi standar operasional untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap daging kurban yang mereka terima.