Pencarian

Revitalisasi 27 Sekolah di Sorong dan Papua Barat Daya Tuntas 2025, 39 Sekolah Lain Dapat Bantuan Rp 20,1 Miliar di 2026

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:23 WIB
Revitalisasi 27 Sekolah di Sorong dan Papua Barat Daya Tuntas 2025, 39 Sekolah Lain Dapat Bantuan Rp 20,1 Miliar di 2026
Revitalisasi 27 sekolah di Sorong dan Papua Barat Daya ditargetkan selesai pada 2025.

SORONG — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan revitalisasi sekolah di Papua Barat Daya bukan sekadar proyek fisik. Di Kota Sorong, 12 sekolah telah menerima bantuan total Rp 4,9 miliar pada 2025, sementara 15 sekolah di Kabupaten Sorong mendapat alokasi Rp 22 miliar pada periode yang sama.

Program ini berlanjut pada 2026 dengan cakupan lebih luas. Kota Sorong dijadwalkan menerima revitalisasi untuk lima sekolah dengan anggaran Rp 3,6 miliar, sedangkan Kabupaten Sorong mendapat porsi terbesar: 34 sekolah dengan nilai Rp 16,5 miliar.

Apa Saja yang Diperbaiki di Sekolah Penerima Manfaat?

Di SMK Negeri 1 Kota Sorong, revitaliasi menyasar fasilitas dasar yang selama ini menjadi keluhan utama. Kepala sekolah A. H. P. Ompusunggu menyebut, dengan 1.600 murid dan area sekolah yang luas, keterbatasan toilet dan perpustakaan menjadi hambatan serius dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujar Ompusunggu saat peresmian di SMK Negeri 1 Kota Sorong, Selasa (26/5/2026). Kini, tambahan fasilitas sanitasi dan ruang baca baru dinilai mengubah aktivitas belajar siswa secara signifikan.

Sementara itu, SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp 1,2 miliar. Kepala sekolah Ficce Loppies menjelaskan, sebelum program berjalan, sejumlah ruang vital di sekolahnya sudah tidak layak: atap bocor, lantai rusak, dan laboratorium yang membutuhkan perbaikan total.

Revitalisasi di sekolah itu mencakup rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru. Perbaikan ini tidak hanya memperbaiki tampilan sekolah, tetapi juga memperluas akses belajar siswa.

Mengapa Revitalisasi Juga Berdampak ke Ekonomi Lokal?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, program ini dirancang dengan pola swakelola yang melibatkan tenaga kerja dan mitra lokal. Pada 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja.

“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal,” kata Abdul Mu’ti saat meresmikan hasil revitalisasi di Sorong.

Prioritas revitalisasi tahun 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan fisik berat. Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan.

Siapa Saja yang Paling Terdampak di Sorong?

Dua kategori utama penerima manfaat adalah siswa di perkotaan dan di daerah penyangga. Di Kota Sorong, revitalisasi menyasar sekolah dengan jumlah murid besar seperti SMK Negeri 1, sementara di Kabupaten Sorong, bantuan lebih banyak dialokasikan ke sekolah-sekolah di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas.

Bagi warga setempat, program ini juga membuka peluang kerja. Pola swakelola yang diterapkan memungkinkan kontraktor kecil dan tenaga lokal ikut serta dalam proyek pembangunan, sehingga uang beredar langsung di masyarakat sekitar sekolah.

Bagikan
Sumber: menpan.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks