JAYAPURA — Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Papua mengumumkan pendaftaran bakal calon ketua umum periode 2026–2030 dibuka pada 1 hingga 4 Juni 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers di Kantor KONI Papua, Jumat (29/5/2026).
Ketua TPP KONI Papua, Hengky Sawaki, menjelaskan bahwa masa pendaftaran sengaja dipadatkan hanya empat hari kerja. Hal ini untuk menyesuaikan jadwal Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan digelar pada 5 Juni 2026.
“Karena tanggal 5 kita harus laksanakan musyawarah. Jadi ada range waktu sedikit buat tim penjaringan buat laporan. Dan tanggal 5 itu setelah musyawarah selesai, selang dua jam kemudian langsung pelantikan,” ujar Hengky Sawaki.
Syarat Dukungan Minimal 30 Persen Suara Sah
Setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara yang sah dan aktif. Secara rinci, setiap kandidat harus memiliki minimal tiga dukungan tertulis dari KONI kabupaten/kota dan minimal 18 dukungan tertulis dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga atau Organisasi Olahraga Fungsional.
Regulasi ini diambil dari keputusan rapat kerja KONI Papua pada 15 April 2026 lalu. TPP memastikan seluruh proses berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Dokumen Wajib: Dari Surat Kesehatan hingga Bebas Narkoba
Bakal calon diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen persyaratan. Berkas tersebut meliputi surat permohonan, surat pernyataan kesediaan dan kesanggupan mematuhi AD/ART bermaterai Rp10.000, serta lampiran Daftar Riwayat Hidup.
Selain itu, kandidat harus menyerahkan bukti domisili di Jayapura, surat keterangan sehat dari dokter, surat bebas narkoba dari BNN Papua, dan surat keterangan bebas pidana.
Mekanisme Pendaftaran: Langsung ke Sekretariat KONI
Anggota TPP, Otniel Deda, menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara langsung di Sekretariat KONI Provinsi Papua. Bakal calon dapat mengambil berkas di tempat yang sama, lalu mengembalikannya paling lambat pada 4 Juni 2026.
“Bagi yang mau mendaftarkan sebagai calon, bisa datang sendiri ke sekretariat di KONI Provinsi Papua. Ada sejumlah berkas yang kita siapkan. Bisa mereka ambil di sini, lalu kemudian bisa memenuhi dalam jangka waktu 4 hari itu. Dan hari terakhir tanggal 4 dikembalikan, untuk kita verifikasi,” jelas Otniel Deda.
Setelah masa pendaftaran ditutup, TPP akan melakukan verifikasi terhadap seluruh berkas calon. Hasil verifikasi akan diumumkan dalam Sidang Paripurna Musorprov pada 5 Juni 2026.
TPP Beranggotakan Lima Orang
Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Papua beranggotakan lima orang, yaitu Hengky F. Sawaki, Benny Jensenem, Korneles Yanuaring, Otniel Deda, dan Telma B.V. Numberi. Seluruh hasil kerja tim akan dilaporkan dalam sidang paripurna.
Ketua Panitia Pelaksana, Ayub Woisiri, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini akan berujung pada penetapan ketua umum. “Jadi, itu inti dari rangkaian kegiatan yang secara besar akan kita lakukan sampai dengan nanti penetapan siapa yang jadi ketua umum KONI Provinsi Papua,” kata Ayub.