JAYAPURA — Kepastian status kepegawaian bagi 334 tenaga honorer K2 asli Port Numbay menjadi fokus utama Pemkot Jayapura. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen daerah untuk menuntaskan persoalan yang telah berlarut-larut ini. Proses verifikasi data kini tengah berjalan di tingkat pusat.
20 Honorer Lolos, 314 Masuk Proses BKN
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 20 tenaga honorer K2 asli Port Numbay telah dinyatakan lolos setelah melalui tahap verifikasi awal. Mereka memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan. Sementara itu, data 314 honorer lainnya kini telah berada di BKN dan tengah menjalani verifikasi lanjutan.
Pemkot Jayapura berharap Kantor Regional IX BKN Jayapura dapat mempercepat proses ini. Percepatan dinilai krusial agar para honorer segera mendapatkan kepastian status dan haknya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Penyebab Data Ganda: Honorer Daftar Ulang Lewat Kementerian Lain
Wali Kota Rollo mengungkapkan bahwa dalam proses verifikasi ditemukan adanya data ganda. Hal ini terjadi karena beberapa tenaga honorer yang telah mendaftar di Pemkot Jayapura, kembali mendaftar melalui kementerian lain karena waktu tunggu yang terlalu lama. Akibatnya, data mereka tercatat dobel di sistem.
Pemkot Jayapura sangat berhati-hati dalam setiap tahapan verifikasi. Koordinasi intensif dengan BKN terus dilakukan untuk memastikan validitas dan keabsahan data. Tujuannya, menghindari kesalahan administrasi yang bisa menghambat pengangkatan.
BKN Minta Minimal Ijazah SMA, Pemkot Lobi Percepatan
Wali Kota Jayapura telah bertemu langsung dengan Kepala BKN RI dan Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura. Dalam pertemuan tersebut, BKN menekankan bahwa proses pengangkatan harus mengikuti aturan yang berlaku. Salah satu persyaratan utama yang disorot adalah minimal ijazah SMA.
"BKN pada prinsipnya meminta agar proses pengangkatan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Salah satu persyaratan penting yang ditekankan adalah minimal ijazah SMA," ujar Wali Kota Rollo. Pihak Pemkot berharap dukungan penuh dari BKN untuk mempercepat verifikasi 314 honorer yang tersisa.
Apa Langkah Pemkot Jayapura Selanjutnya?
Pemerintah daerah terus berupaya maksimal dalam setiap tahapan proses. Mereka berkomitmen memastikan hak-hak para tenaga honorer terpenuhi sesuai peraturan. Penyelesaian status ini diharapkan membawa dampak positif bagi kesejahteraan honorer dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Jayapura.
Wali Kota Rollo menegaskan bahwa penyelesaian honorer K2 asli Port Numbay menjadi perhatian utama pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. Proses verifikasi yang ketat ini merupakan langkah untuk memastikan setiap tenaga honorer yang diangkat benar-benar memenuhi kriteria dan persyaratan yang berlaku.