JAYAPURA — Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua menemukan satu granat aktif jenis nanas saat melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, Senin. Granat tersebut langsung dimusnahkan sekitar pukul 18.00 WIT di tempat kejadian perkara (TKP).
Lima Warga Meninggal, Tiga Orang Hilang
Ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Insiden itu menewaskan lima orang, yaitu Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Selain korban jiwa, tiga orang dinyatakan hilang dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka. Sembilan rumah yang dihuni 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa rusak akibat ledakan.
55 Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Saat ini, 55 orang yang rumahnya rusak masih ditampung di tempat pengungsian yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Biak Numfor. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan meminta warga tidak memasuki TKP hingga tim Jibom menyatakan kawasan itu bersih dari berbagai bahan peledak.
Proses Sterilisasi Kawasan Belum Tuntas
Pemeriksaan terhadap bahan peledak akan kembali dilanjutkan pada Selasa (2/6). Hal ini karena tim Jibom baru tiba di Biak pada Senin sore, sehingga proses pembersihan belum maksimal.
"Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Senin malam. Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu sterilisasi kawasan itu dan dinyatakan bebas dari bahan peledak.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Sekitar?
Warga diminta tidak mendekati lokasi ledakan sampai ada pernyataan resmi dari tim Jibom bahwa kawasan tersebut aman. Proses sterilisasi masih berlangsung dan bisa menemukan lebih banyak bahan peledak aktif di sekitar TKP.