PAPUA — Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia menargetkan lahirnya 10 atlet profesional pada 2027 sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembinaan nasional. Target itu disampaikan bersamaan dengan pelantikan Haryo Limanseto sebagai Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Komunikasi di Kantor Pusat KONI, Jakarta. Pengembangan cabang olahraga ini dinilai bisa ikut menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, hingga UMKM di daerah.
Kepengurusan baru Kickboxing Indonesia menempatkan pembinaan atlet berkelanjutan sebagai agenda utama. Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia, Ngatino, menyatakan fokus saat ini adalah membangun ekosistem pembinaan yang mampu mencetak talenta muda hingga level profesional.
Rencana konkretnya, kejuaraan nasional digelar awal November mendatang dengan format gala night yang mempertandingkan 10 atlet terbaik. Dari ajang itu, organisasi menyiapkan jalur menuju kelas pro pada 2027.
Sepuluh Atlet Terbaik Disiapkan ke Jalur Profesional
"Ke depan rencananya awal November nanti ada kejurnas, dan di kejurnas itu ada gala night dimana menyiapkan 10 atlet terbaik. Selanjutnya ke depan tahun 2027, kita sudah siapkan untuk yang pro dan memulai mencari 10 lagi yang akan disiapkan untuk menjadi atlet profesional, karena itu adalah poin penting untuk memilih wakil Indonesia di internasional," ujar Ngatino.
Pembinaan tidak berhenti pada seleksi atlet. Organisasi juga menyiapkan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengembangan kompetisi yang membuka ruang bagi atlet muda. Kolaborasi lintas pihak disebut menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tersebut.
Basis Atlet Tersebar di 19 Provinsi
Modal pembinaan sebenarnya sudah terlihat dari sebaran atlet di daerah. Pada Kejuaraan Nasional Senior dan Kejuaraan Terbuka Junior Kickboxing 2025, lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi ambil bagian. Angka itu menunjukkan basis pembinaan yang tidak lagi terpusat di Jawa.
Di level internasional, kontingen kickboxing Indonesia membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu dari SEA Games 2025 di Thailand. Capaian ini menjadi pijakan untuk menaikkan standar pembinaan ke jenjang berikutnya.
Olahraga sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menilai kickboxing punya potensi ekonomi yang belum banyak digarap. Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi di daerah menciptakan permintaan di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, perlengkapan olahraga, jasa penyelenggaraan acara, hingga UMKM.
Rantai nilai industri olahraga juga mencakup pakaian olahraga dan penyiaran. Haryo menyebut penguatan tata kelola dan ekosistem menjadi syarat agar olahraga tumbuh sebagai sektor produktif dan bernilai tambah.
"Ke depan, kita perlu melihat bagaimana olahraga dapat tumbuh bersama dengan ekosistem ekonomi di daerah. Event olahraga dapat menjadi ruang bagi atlet untuk berprestasi, masyarakat untuk berpartisipasi, dan pelaku usaha daerah untuk berkembang. Dengan kolaborasi yang baik, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tutur Haryo.
Sinergi dengan Agenda Pembangunan Nasional
Pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan prestasi olahraga sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Salah satu instrumennya adalah pengembangan sentra pembinaan olahraga prestasi di daerah.
Haryo, yang kini menjabat Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Komunikasi Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia, menekankan perlunya ruang sinergi antara pengembangan olahraga, pembangunan SDM, dan optimalisasi potensi ekonomi daerah. Pelantikannya berlangsung di Kantor Pusat KONI, Jakarta.
Bagi pelaku usaha daerah, gelaran kejuaraan nasional November nanti menjadi ujian pertama seberapa jauh dampak ekonomi dari penyelenggaraan kompetisi bisa dirasakan. Bagi organisasi, ajang itu sekaligus menjadi seleksi awal menuju kelas profesional 2027.